Pemkab Banyuwangi Bantah Gelar Festival Santet

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 08:12 WIB
Disbudpar Banyuwangi Bakal Klarifikasi Perdunu
Deklarasi Perdunu di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Pemkab Banyuwangi membantah bakal menggelar Festival Santet. Ajang itu tidak pernah ada ataupun diagendakan pada tahun 2021 ataupun seterusnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Muhamad Yanuarto Bramuda mengatakan tidak ada Festival santet yang akan digelar oleh Pemkab Banyuwangi.

"Tidak ada. Kami pertegas Banyuwangi tidak akan menggelar Festival Santet," ujar Bramuda kepada detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Menurut Bramuda, munculnya ide adanya Festival Santet itu dari Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) yang mendeklarasikan diri sebagai wadah para dukun di Banyuwangi. Pihaknya masih belum mengetahui seperti apa Perdunu itu.

"Itu muncul personal. Tidak ada niatan kami menggelar Festival Santet. Makanya kami luruskan agar tidak menjadi pernyataan jika hal itu bakal digelar oleh Pemkab Banyuwangi," tegasnya.

Pihaknya bakal melakukan klarifikasi kepada Perdunu terkait akan diselenggarakannya Festival Santet. Rencananya, pihaknya juga akan menggandeng Dewan Kesenian Blambangan (DKB) menyikapi adanya polemik itu.

"Segera kita lakukan klarifikasi. Surat sudah saya kirimkan," tambah Bram, sapaan akrab nya.

Tonton juga Video: Ngaku Bisa Gandakan Duit, Dukun Palsu di Kendari Diciduk

[Gambas:Video 20detik]



Untuk saat ini, kata Bram, Pemkab Banyuwangi fokus dalam deklarasi Wisata Sehat di tengah Pandemi COVID-19 ini. Yakni menyiapkan sarana dan prasarana kegiatan wisata yang sehat dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi telah membangun stigma kota wisata selama 10 tahun. Ini dilakukan untuk menghapus stigma buruk pada zaman dahulu.

"Kita tidak ingin hal yang buruk pada zaman dahulu itu menjadikan Banyuwangi kota yang buruk. Nama baik yang sudah kita bangun selama 10 tahun ini jangan dikotori dengan stigma yang jelek itu lagi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang yang mengaku sebagai dukun atau paranormal mendeklarasikan diri dalam sebuah perkumpulan atau wadah. Mereka menamakan perkumpulan itu dengan Perdunu (Persatuan Dukun Nusantara).

Deklarasi digelar di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Rabu (3/2/2021). Kegiatan digelar dengan pengenalan logo, pembentukan pengurus, hingga pemotongan tumpeng sebagai ucapan syukur. Kegiatan deklarasi dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Tujuan didirikannya Perdunu ini, agar masyarakat tak terjerumus dengan aksi dukun abal-abal dan menjerumus kepada penipuan.

Program kerja perkumpulan dukun atau paranormal ini salah satunya adalah bakal menggelar Festival Santet dan mengenalkan destinasi mistis di Banyuwangi.

(iwd/iwd)