Pengajuan Banding Antam soal Ganti Rugi 1,1 Ton Emas Sudah Masuk PN Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 22:25 WIB
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Jalan Arjuno
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya/Foto file: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Pengadilan Negeri Surabaya tengah memproses permohonan banding yang dilayangkan PT Aneka Tambang (Antam) Persero Tbk. Upaya banding itu dilakukan setelah Antam dihukum membayar 1,1 ton emas atau Rp 817 miliar kepada Budi Said.

"Banding diajukan tanggal 21 dan 25 Januari," ujar Humas PN Surabaya Safri kepada detikcom, Senin (1/2/2021).

Meski sudah mengajukan banding, lanjut Safri, pihak PN Surabaya belum menerima memori banding dari Antam. Namun, menurut Safri memori banding sendiri tidak wajib dalam proses permohonan dan tetap akan diproses.

"Memorinya belum ada. Sudah jelas banding. Memori banding tidak wajib," ujar Safri.

PT Antam melalui kuasa hukum akan menempuh upaya hukum dengan mengajukan banding atas putusan PN Surabaya pada 13 Januari 2021. Itu mengenai kasus gugatan Budi Said terkait pembelian emas di butik Surabaya.

PN Surabaya mengabulkan gugatan Budi Said terhadap Antam. Antam dijatuhi hukuman membayar kerugian senilai Rp 817,4 miliar atau setara 1.136 kilogram atau 1,136 ton emas kepada Budi Said.

"Perusahaan menegaskan tetap berada pada posisi tidak bersalah atas gugatan yang diajukan Budi Said," kata SVP Corporate Secretary Kunto Hendrapawoko kepada detikcom, Minggu (17/1/2021).

(sun/bdh)