Hampir Sebulan, Warga di Lamongan Ini Hidup Dikelilingi Banjir

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 30 Jan 2021 15:51 WIB
Warga Desa Di Lamongan Ini Hidup dalam Banjir
Banjir di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Banjir masih melanda di sejumlah kecamatan Lamongan. Salah satu desa yang masih terendam banjir di Lamongan adalah Desa Weduni, Kecamatan Deket. Banjir di desa ini sudah berlangsung hampir 1 bulan.

Banjir yang berasal dari luapan anak sunga Bengawan Solo, Bengawan Njero itu menggenangi seluruh akses jalan masuk desa. Tak hanya jalan desa, rumah dan tambak warga juga ikut terimbas banjir luapan sungai ini. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 70 cm.

"Pasang surut mas banjirnya, kalau saat ini surut sedikit sekitar 10 cm saja," kata salah satu warga Ratno kepada wartawan, Sabtu (30/1/2021).

Banjir yang sudah berlangsung hampir 1 bulan ini, menurut Ratno, membuat semua aktivitas warga pun terbatas karena air masih merendam desa mereka. Perahu menjadi alat transportasi alternatif pilihan karena jalan desa juga ikut terendam.

"Banjir tahun ini merupakan yang terparah. Sebab tidak hanya permukiman, jalan lingkar desa sepanjang 2 KM juga terendam banjir," ujarnya.

Beban warga semakin berat, karena tambak ratusan hektare yang ada di desa ini juga ikut terendam dan yang tampak kini seolah lautan. Biasanya, pada bulan-bulan inilah warga bisa memetik hasil tambak mereka.

"Kerugian warga akibat gagal panen ya banyak mas, bayangkan saja ikan-ikan yang siap panen itu sudah tidak bisa dipanen lagi," lanjutnya.

Terendamnya jalan desa ini membuat warga memanfaatkan perahu sebagai alat transportasi untuk keluar desa. Warga juga mulai membiasakan untuk melakukan aktivitas di air mulai dari belanja ataupun mengolah ikan.

Warga Desa Di Lamongan Ini Hidup dalam BanjirWarga Desa Ini Hidup dalam Banjir/ Foto: Eko Sudjarwo

"Untuk keluar desa biasanya warga menggunakan transportasi perahu yang berjarak 4 KM menyusuri sungai karena jalan masuk desa tidak bisa dilalui kendaraan," imbuh Ratno.

Kepala Desa Weduni Yasin mengatakan, data dari desa menyebutkan sebanyak 284 kepala keluarga dengan jumlah pendukung lebih dari 1.500 jiwa terdampak banjir tahunan ini.

Sebelumnya, banjir luapan Bengawan Njero ini menggenangi 7.726 rumah penduduk di 42 desa di 6 kecamatan. Prasarana infrastruktur jalan, lahan pertanian dan sawah tambak seluas 637 hektare juga ikut terendam banjir ini.

(fat/fat)