RS Darurat COVID-19 di Perbatasan Surabaya-Sidoarjo Disiapkan dengan 186 Bed

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 22:41 WIB
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat meninjau RS Darurat COVID-19 di sebelah Mal Cito/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

RS Darurat COVID-19 di perbatasan Surabaya-Sidoarjo disiapkan dengan 186 bed. RS darurat di sebelah Mal Cito itu dinaungi oleh manajemen RS Siloam.

Rencananya, RS darurat itu akan bekerja sama dengan Pemkot Surabaya untuk mengantisipasi membludaknya pasien Corona. Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, ia telah dijanjikan oleh manajemen RS Siloam, yang siap untuk membuka RS darurat COVID-19. Namun pihaknya juga harus melihat kembali situasi secara medis, dan aturan apakah sudah terpenuhi.

Pada prinsipnya, pihaknya menyetujui jika sudah memenuhi standar. Sebab, Surabaya juga butuh RS dan dalam dua pekan terakhir BOR ICU mencapai 100 persen. Kini sudah turun menjadi 73 persen.

"Kita tanya kalau buka RS COVID-19 berapa ICU-nya. Kita dijanjikan 16 tapi yang ready nanti dalam waktu dekat 8 bisa ready (ICU). Ada 105 bed yang ready, total 186. Ini kita lihat kesiapan betul sistem medis terpenuhi, aturannya juga tidak terlalu menyimpang itu yang kita harapkan bisa segera," kata Whisnu saat meninjau RS Darurat COVID-19 di sebelah Mal Cito, Kamis (28/1/2021).

"Hari ini situasi darurat dan kita berkejaran waktu," tambahnya.

Rencananya, RS darurat di perbatasan dengan Sidoarjo ini siap dioperasikan pada awal Februari mendatang. Namun, sebelum benar-benar dibuka, pihaknya merapatkan dengan tim internal.

"Ya kita lihat nanti saya rapatkan dengan tim internal semua keputusan kita setuju atau tidak. Janji ke saya 8 Februari (ready) kita setujui. Biasanya tinggal nagih janji saja, kalau nggak saya tutup lagi. Kan kita butuhnya cepat," jelasnya.

Untuk kategorinya sendiri, RS darurat akan ditempati pasien yang memang betul-betul perlu perawatan. Sebab, RS Darurat COVID-19 memiliki ruang ICU dan bisa merawat pasien secara intensif.

"Ada ICU, jadi memang kategori RS. Justru kalau yang ringan bisa di Asrama Haji kita bisa," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2