920 Pelanggar Didenda Selama PPKM Jilid 1 di Kota Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 21:38 WIB
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Sebanyak 920 pelanggar dihukum membayar denda selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid 1 di Kota Mojokerto. Dua pekan PPKM dianggap efektif menekan penyebaran COVID-19.

Kota Mojokerto menerapkan PPKM jilid 1 sejak 15 Januari 2021 karena saat itu, kota dengan tiga kecamatan ini memenuhi 4 indikator yang ditetapkan Satgas Penanganan COVID-19 pusat.

Yakni angka terpapar virus Corona dan pasien meninggal dunia di atas rata-rata nasional, tempat isolasi terpakai di atas 70 persen, serta angka kesembuhan pasien di bawah rata-rata nasional.

"Selama dua minggu PPKM, angka terpapar COVID-19 bisa kami turunkan secara signifikan. Namun, angka pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang ditindak melalui operasi yustisi sangat tinggi," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari usai vaksinasi COVID-19 di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Jalan Raya Surodinawan, Kamis (28/1/2021).

Selama 14 hari pembatasan kegiatan masyarakat, Satpol PP bersama Polres Mojokerto Kota menindak 920 pelanggar. Terdiri dari 730 pelanggar prokes dan 190 tempat usaha yang melanggar jam malam.

Setiap pelanggar prokes dihukum membayar denda Rp 50.000. Sedangkan denda Rp 200.000 diterapkan terhadap pemilik usaha yang melanggar jam malam. Total denda yang terkumpul Rp 74,5 juta masuk ke kas Pemkot Mojokerto.

"Artinya, tingkat kesadaran masyarakat belum maksimal. Maka kami tekankan, meskipun Kota Mojokerto mulai besok tidak lagi PPKM, prokes harus terus ditegakkan," ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2