Longsor Terjang Sebuah Rumah di Pacitan, Seorang Warga yang Tertidur Tewas

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 13:31 WIB
longsor di pacitan
Tembok rumah jebol diterjang longsor (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan - Hujan deras yang mengguyur Pacitan sejak, Selasa (26/1) menyebabkan longsor di Desa Sedeng. Rumah milik Suratno (50) warga RT 02 RW 04 Dusun Kembang Kidul dihantam material dari atas tebing.

Longsor tak hanya mengakibatkan tembok ruang tamu jebol. Kamar yang digunakan penghuni rumah untuk tidur pun tak luput dari sasaran musibah. Akibatnya, anak pemilik rumah, Ira Desla Rianti (17) yang tengah terlelap di kamar tersebut meninggal.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Ada korban dari kejadian longsor semalam atas nama saudari kita Ira Desla Rianti," terang Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, Rabu (27/1/2021).

Sebelum bencana terjadi, lanjut Didik intensitas hujan yang terjadi memang cukup tinggi. Hujan itu sendiri berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Posisi rumah korban yang berada di kaki bukit membuatnya rawan. Di sisi lain struktur tanah di atas tebing merupakan campuran antara batu cadas dan tanah. Kejenuhan lapisan tanah diduga membuatnya tak mampu menahan curah hujan.

"Jika panas (lapisan tanah) mudah rontok dan jika kena air melekat lagi sehingga terjadi kejenuhan tanah," papar Didik Alih.

Dikatakan, bencana yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu (27/1) itu pertama kali diketahui Suratno yang tak lain ayah dari korban tewas. Mengetahui rumahnya rusak tertimpa longsor dirinya langsung berteriak minta tolong tetangga.

Warga yang mendengar suaranya lalu berdatangan untuk menolong, termasuk di antaranya mengevakuasi korban meninggal. Malam itu pula langsung dilakukan pemulasaraan jenazah untuk selanjutnya dimakamkan.

BPBD yang mendapat laporan adanya longsor langsung menuju ke lokasi dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat. Bupati Indartato pagi ini juga melawat ke rumah duka. Orang nomor satu di Kota 1001 Gua tersebut datang bersama sejumlah pejabat.

Seiring cuaca ekstrem yang kerap terjadi bersamaan datangnya musim hujan, Didik mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan.

"Jika cuaca kurang bersahabat kami imbau mengamati lingkungan di sekitarnya. Terutama bagi penduduk yang bermukim di dekat aliran sungai dan di kaki bukit. Jika membahayakan sebaiknya menghindar," tandasnya. (iwd/iwd)