Terlilit Utang, Pria Ini Pura-pura Jadi Penumpang Lalu Tusuk Ojol

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 09:54 WIB
Pura-Pura Jadi Penumpang, Pelaku Tusuk Driver Ojol
Penusuk ojol ditangkap (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Aksi begal terjadi di Surabaya. Seorang driver ojol ditusuk begal yang menyaru sebagai penumpang. Pelaku mengaku nekat tusuk ojol untuk mengambil motor dan terlilit utang. Tidak membutuhkan waktu lama, pelaku berhasil diringkus polisi.

Peristiwa penusukan tersebut terjadi di sekitar di Jalan Kertajaya Indah, pukul 20.15 WIB Selasa (25/1/2021). Begal yang diringkus adalah Aries Frediyanto (24) warga Kebalen Wetan, Surabaya.

Aksi begal itu terjadi ketika korban, RF (17) menerima pesanan ojol dari kawasan Kalilom, Kenjeran menuju ke kawasan Apartemen Puncak Kertajaya. Rupanya pelaku berpura-pura menjadi penumpang dengan memesan ojek online dengan meminjam akun milik seorang perempuan.

"Pelaku awalnya meminjam aplikasi ojek online milik orang lain dari Kalilom. Setelah pesan minta diantar ke Kertajaya Puncak Permai. Setelah sampai di jalan sepi, pelaku ingin memiliki handphone milik korban. Kemudian ditusuk dari belakang sampai tembus ke perut," kata Kapolsek Sukolilo Kompol Subinyanta, kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).

Mendapatkan laporan adanya begal, polisi langsung mendatangi TKP. Tidak butuh waktu lama, polisi membekuk pelaku yang sembunyi di semak-semak di sekitar TKP. Sementara korban langsung dilarikan ke RSU Haji. Namun karena peralatan yang tak memadai, korban dirujuk ke RSU dr Soetomo.

"Informasi yang ada di lapangan merupakan pelaku tunggal, modus meminjam aplikasi milik orang lain supaya tidak diketahui," ungkapnya.

Sementara itu, Aries Frediyanto mengakui melakukan aksinya berpura-pura jadi penumpang, lantaran berkeinginan merampas handphone milik korban. Tidak hanya itu pelaku sudah menyiapkan pisau dari rumah.

"Saya pinjem handphone orang, saya tanya punya aplikasi ojek online, tolong pesenin," ungkap Aries.

Aries mengaku nekat melakukan aksi begal karena terlilit utang. Sebab pelaku yang setiap hari bekerja sebagai cleaning service harus berhenti selama 6 bulan karena pandemi COVID-19.

"Faktor ekonomi, karena terlilit utang. Soalnya 6 bulan ini sudah menganggur," ungkap Aries.

Sementara dari aksi kejahatan pelaku polisi menyita beberapa barang bukti yakni terancam dijerat pasal 365 ayat 2 ke 4 KUHP pencurian dengan kekerasan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara. (fat/fat)