Begini Sejarah Arca Resi Agastya yang Tidak Mau Dipindah ke Museum Penataran

Erliana Riady - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 12:05 WIB
Arca Rsi Agastya di blitar
Arca Resi Agastya (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Keberadaan arca Resi Agastya di arel Pendopo Ronggohadinegoro sudah ada sejak zaman Belanda. Dari laporan Belanda tahun 1915, kebanyakan koleksi arca purbakala itu didapat dari lereng selatan gunung Kelud, Kabupaten Blitar.

Pemerhati situs purbakala asli Blitar, Ferry Riyandika mengatakan, catatan-catatan Belanda itu diperoleh dari dosennya ketika mengenyam Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Malang (UM). Selain itu, Ferry juga mencatat hasil absklat prasasti bersama Pusklitarkenas di Blitar yang dipaparkan Prof Arlo Griffiths.

"Prof Arlo ini seorang epigraf yang pernah memaparkan absklat prasasti bersama Pusklitarkenas di Blitar. Diantaranya disampaikan, laporan Knebell 1908 dalam Rapporten van de Commissie in Nederlandsch-Indie, disingkat ROC, bahwa arca yang berada di areal Pendopo Ronggohadinegoro itu semua koleksi Tuan W. De Rooy, Kota Blitar," tutur Ferry kepada detikcom, Senin (25/1/2021).

Di antara ratusan arca koleksi itu, lanjut dia, terdapat arca langka pria berlengan dua yang sangat lapuk dan sangat rusak, perut gemuk, janggut runcing panjang, lengan lurus ke bawah. Dan di sebelah tangan kanan memegang sebuah aksamala, tangan sebelah kiri memegang sebuah kendi. Serta diapit dua orang yang menjongkok seperti menyembah.

"Ada lagi laporan Belanda tahun 1915, Rapporten van Oudheindukundigen Diest in Nederlendsh-Indie. Dituliskan, jika De Rooy kebanyakan mendapatkan koleksinya dari lereng selatan gunung Kelud, Blitar," imbuhnya.

W. H. De Roy sendiri, menurut Regeerings almanak voor Nederlandsch Indie tahun 1898 adalah seorang direktur cultuur maastchappij "Bintang" di Blitar. Sebuah perusahaan perkebunan "Bintang" di persil Bintang. Yang kini terletak di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Ferry mengaku, arca Resi Agastya di pendopo lama Kabupaten Blitar (Ronggo Hadinegoro) keberadaannya sudah ada sejak lama. Guru Sejarah di MAN 3 Magetan ini dulu melihat, semula arca Rsi Agastya menghadap ke selatan, di tengah ruang pendopo kecil sebelah barat pendopo utama.

Selanjutnya
Halaman
1 2