Petani Banyuwangi Getol Kembangkan Jeruk Dekopon

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 09:37 WIB
Jeruk Dekopon Terus Dikembangkan di Banyuwangi
Bupati Anas bawa jeruk dekopon (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Potensi pertanian di Kabupaten Banyuwangi terus dikembangkan. Salah satunya jeruk Dekopon. Kini, sejumlah petani sedang getol mengembangkan jeruk Dekopon yang tengah menjadi primadona. Jeruk yang berasal dari Jepang tersebut memiliki harga jual yang cukup tinggi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun mengunjungi kebun yang mengembangkan jeruk Dekopon, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Minggu (24/1/2021).

"Untuk harga dari petani Rp 50 ribu/kg. Permintaannya pun tinggi. Saya memenuhi permintaan sejumlah langganan dari Jakarta, Surabaya dan sejumlah kota lainnya," ujar Sujarwo, petani Desa Kedungwungu.

Sujarwo menjelaskan, jeruk ini sudah mulai berbuah di usia tiga tahun. Produktivitasnya bisa mencapai 50-80 kg/pohon dalam satu tahun.

"Jeruk ini berbuah tidak berdasarkan musim seperti jeruk Siam pada umumnya. Ini bisa berbuah sepanjang masa. Asalkan perawatannya dilakukan dengan baik," ungkap Sujarwo yang memiliki lahan seluas 2,5 hektar tersebut.

Jeruk Dekopon Terus Dikembangkan di BanyuwangiJeruk Dekopon Terus Dikembangkan di Banyuwangi/ Foto: Ardian Fanani

Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan menyebutkan, kondisi lahan di Banyuwangi cocok untuk pengembangan jeruk Dekopon. "Perawatannya juga cukup mudah. Sama dengan jeruk lainnya," terangnya.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi inovasi para petani. "Inovasi ini perlu kita dukung. Bagaimana para petani bisa mengambangkan aneka varietas tanaman yang memiliki nilai jual tinggi," ungkap Anas sembari meminta Dinas Pertanian untuk lebih intensif mendampingi para petani jeruk tersebut.

Anas menyebut saat ini Pemkab Banyuwangi juga telah memberikan subsidi pupuk organik gratis untuk 400 hektare per kecamatan untuk tanaman pangan, dan ratusan hektare per kecamatan untuk tanaman hortikultura. Program ini juga telah berlangsung pada 2020.

"Dengan pemberian pupuk organik gratis ini, kami harap dapat membantu kebutuhan pupuk petani. Ini ke depan bantuan pupuk juga harus dinikmati petani jeruk di daerah Tegaldlimo ini," ujarnya.

(fat/fat)