Urban Legend

Cerita Pemindahan Arca-arca ke Museum di Blitar: Pakai Gamelan dan Kafan

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 10:02 WIB
Misteri Arca Rsi Agastya di blitar
Museum Penataran (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Ratusan arca purbakala yang semula diletakkan di areal Pendopo Ronggohadinegoro, diamankan ke Museum Penataran di Nglegok. Bupati Blitar saat itu, Bambang Sukotjo memutuskan semua koleksi purbakala dijadikan satu di Museum Penataran agar lebih aman dan terawat kondisinya.

Namun ternyata tak mudah memindahkan benda-benda purbakala itu. Bahkan ada beberapa syarat yang harus disiapkan, agar proses pemindahan berjalan lancar dan aman. Kesaksian juru pelihara Museum Penataran, Sri Suyanti, ada tiga truk yang mengangkut arca-arca itu dari pendopo RHN.

"Itu dari pagi sampai sekitar jam 00.30 WIB baru selesai. Ada tiga truk yang ngangkut. Dan semua arca itu dikerobongi kain kafan mbak. Karena saya pegawai BPCB yang ditugaskan di sini, ya tidak kaget melihat pemandangan seperti itu," jawab Sri saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (24/1/2021).

Yang unik bagi Sri, ketika sampai di Museum Penataran, rombongan pengangkut arca ini seperti layaknya rombongan yang mengantarkan pengantin. Karena selama dalam perjalanan, sampai menurunkan ratusan arca dari atas truk, bunyi gamelan Kebo Giro tak pernah berhenti.

"Ya itu, jadi kayak punya hajat manten di sini. Karena diiringi gamelan Kebo Giro dari awal datang sampai selesai malam. Saya nggak paham maksudnya, tapi seorang petugas pendopo bilang, pesannya Mbak Ning harus begitu supaya lancar dan aman. Mbak Ning ini spiritualnya pendopo," jelasnya.

Misteri Arca Rsi Agastya di blitarMisteri Arca Rsi Agastya di Blitar/ Foto: Erliana Riady

Menurut Sri, jumlah arca yang dipindah ke Museum Penataran sebanyak 142. Sebenarnya 143 bersama dengan arca Resi Agastya. Namun arca itu, minta kembali ke pendopo RHN. Sehingga tidak masuk dalam data koleksi Museum Penataran.

Sehingga ketika pada September - November 2020 ada kajian koleksi Museum Penataran yang dilakukan oleh Disporbudpar Pemkab Blitar, arca Resi Agastya tidak masuk benda yang dikaji dan diidentifikasi.

Kasi Kebudayaan, Hartono mengatakan, mereka mengidentifikasi satu arca Agastya dengan nomor dokumentasi foto 175-177. Visualisasi ciri-ciri arca ini, sebagai seorang tua berperut buncit (tundila), berjenggot tebal runcing, bertangan dua yang sebelah kanan membawa aksamala (tasbih) atau trisula. Dan sebelah kiri membawa kendi air kehidupan (kamandalu). Arca Resi Agastya juga memakai mahkota berbentuk kerandamakuta dan tali kasta upavita.

"Tapi yang ini (Di pendopo RHN) tidak masuk kajian kami. Ini bentuknya juga beda. Ada dua anak kecil di kanan kiri kakinya, nah ini yang perlu kami komunikasikan lagi dengan ahlinya," pungkasnya.

(fat/fat)