Investasi di Jatim Naik 4,1 Persen, Khofifah: Ini Tertinggi se-Jawa

Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 18:58 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah/Foto: Tangkapan Layar
Surabaya -

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan investasi di Jawa Timur mengalami kenaikan 4,1 persen. Kenaikan itu merupakan yang tertinggi di seluruh pulau Jawa saat ini yang rata-rata sedang mengalami tren negatif.

"Dari sisi pertumbuhan, total investasi Jatim naik 42,1%. Ini adalah yang tertinggi di Jawa, yang sebagian besar justru tumbuh negatif," papar Khofifah usai rakor virtual di bidang investasi di Surabaya, Sabtu (23 /01/2021).

Menurut Khofifah, kenaikan investasi itu karena Jatim dinilai memiliki daya tarik dan efisien bagi para investor. Dan hal itu bisa dilihat dari Incremental Capital-Output Ratio (ICOR) Jatim yang rendah.

"Kita memiliki ICOR yang selalu lebih rendah (5,27) dibanding ICOR rata-rata nasional (6,81) dan beberapa daerah lain seperti DKI Jakarta (7,57), Banten (5,81) dan Jawa Tengah (5,83). Ini menunjukkan bahwa berinvestasi di Jatim lebih efisien daripada rata-rata berinvestasi di Indonesia," terangnya.

Dijelaskan Khofifah, ICOR merupakan parameter ekonomi makro yang menggambarkan rasio investasi kapital terhadap hasil yang diperoleh dengan menggunakan investasi tersebut. Besaran ICOR adalah proxy efisiensi sebuah perekonomian.

Semakin rendah nilai ICOR, mengindikasikan semakin tinggi produktivitas kapital. Pada tahun 2019, ICOR Jatim sebesar 5,25 sedangkan rata-rata nasional 6,87.

"Untuk meningkatkan 1 unit output di Jawa Timur, diperlukan investasi fisik sebesar 5,25. Jelas Jatim menawarkan efisiensi yang lebih tinggi, sekaligus menjanjikan imbal balik yang lebih menguntungkan," jelas Khofifah.

Dalam rentang lima tahun terakhir, realisasi investasi Jatim mengalami dinamika. Dan khusus pada dua tahun terakhir sejak Jatim dipimpin Khofifah, realisasi investasi terus terdongkrak naik, setelah dua tahun sebelumnya mengalami perlambatan.

Bahkan, pada periode Januari sampai dengan September 2020, realisasi investasi Jatim telah melampaui capaian tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp. 66,5 triliun. Sedangkan di tahun 2019 sebesar Rp 58,4 triliun.

Secara komposisi, lanjut Khofifah, investasi Jatim terutama ditopang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Diakui Khofifah, PMDN memang menjadi backbone investasi di Jatim.

Selanjutnya
Halaman
1 2