PPKM di Jatim Diperpanjang, Pemprov Akan Tingkatkan Operasi Yustisi

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 10:26 WIB
Pemerintah pusat memperpanjang PPKM hingga 8 Februari 2021. Lantas apa yang akan dilakukan Pemprov Jatim untuk menekan kasus COVID-19?
Data sebaran COVID-19 di Jatim/Foto: Istimewa
Surabaya -

Pemerintah pusat memperpanjang PPKM hingga 8 Februari 2021. Lantas apa yang akan dilakukan Pemprov Jatim untuk menekan kasus COVID-19?

"Tentu saja (akan meningkatkan) pelaksanaan operasi yustisi melibatkan seluruh elemen termasuk TNI-Polri untuk menekan angka penyebaran COVID-19," ujar Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Kamis (21/1/2021).

Emil mengakui, kasus COVID-19 di Jatim masih naik turun belum memenuhi harapan pusat selama PPKM. Diharapkan, perpanjangan PPKM bisa menekan angka COVID-19 di Jatim.

"Sudah diintensifkan operasi yustisi, namun demikian ada harapan agar penyebaran angka COVID-19 bisa menurun. Penyelanggaraan PPKM ini diharapkan bisa menurunkan COVID-19, namun hasilnya memang bervariasi," terangnya.

Selama 11 hari PPKM di Jatim, kasus COVID-19 masih naik turun. Pada Kamis (21/1), kasus COVID-19 di Jatim bertambah 1.134. Trenggalek menjadi daerah penyumbang kasus terbesar dengan 114 kasus baru. Disusul Kabupaten Blitar dengan 86 kasus baru dan Kota Surabaya 60 kasus baru.

Untuk pasien COVID-19 yang sembuh di Jatim di hari ke-11 PPKM bertambah 968, dan kasus kematian akibat COVID-19 bertambah 60.

Total kasus positif COVID-19 di Jatim berjumlah 103.286 kasus. Di mana 7.742 kasus di antaranya masih aktif atau dalam masa perawatan. Lalu 88.349 kasus sudah dinyatakan sembuh dan 7.195 kasus tercatat meninggal dunia.

Di Jatim ada 15 kabupaten/kota yang saat ini menerapkan PPKM. Yakni Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Lamongan, Ngawi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Nganjuk, dan Kabupaten Kediri.

Berikut detail penambahan kasus COVID-19, kesembuhan dan kematian di Jatim selama PPKM:

11 Januari: 792 kasus baru, 522 sembuh, 70 meninggal

12 Januari: 844 kasus baru, 715 sembuh, 65 meninggal

13 Januari: 815 kasus baru, 745 sembuh, 71 meninggal

14 Januari: 981 kasus baru, 778 sembuh, 69 meninggal

15 Januari: 1.198 kasus baru, 868 sembuh, 63 meninggal

16 Januari: 1.160 kasus baru, 731 sembuh, 54 meninggal

17 Januari: 974 kasus baru, 985 sembuh, 57 meninggal

18 Januari: 848 kasus baru, 822 sembuh, 78 meninggal

19 Januari: 972 kasus baru, 814 sembuh, 89 meninggal

20 Januari: 955 kasus baru, 830 sembuh, 78 meninggal

21 Januari: 1.134 kasus baru, 968 sembuh, 60 meninggal.

(sun/bdh)