Viral PJR Hentikan Truk Tanpa Alasan Jelas di Tol Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 21:12 WIB
viral pjr hentikan truk di tol
Foto: Tangkapan layar
Pasuruan -

Viral video petugas PJR menghentikan sebuah truk yang sedang melaju di jalan tol tanpa alasan jelas. Video itu dibubuhi narasi yang terkesan menyudutkan petugas. Perekam juga membawa-bawa nama Presiden Jokowi.

Video berdurasi 2.30 menit itu pertama kali diunggah akun Bang Dhany Adj ke grup Facebook Romansa Sopir Truk (RSP) pada 19 Januari 2021 pukul 11.12 WIB. Video itu diberi judul 'PJR Pasuruan Kejayan Mengejar Tanpa Asalan yang Jelas'.

Dalam video yang diduga direkam di Tol Gempol-Pasuruan itu, tampak mobil petugas PJR mengejar truk meminta berhenti. Petugas juga memberi isyarat dengan tangan agar kendaraan segera menepi.

Bukannya menepi. Truk terus melaju dan seorang yang ada dalam truk merekam peristiwa itu. Si perekam dan sopir truk mengaku tak menyalahi aturan dan heran dikejar petugas.

viral pjr hentikan truk di tolFoto: Tangkapan layar

"PJR nguber-nguber, Sam. Pasuruan, Pasuruan. Pasuruan, he... Pasuruan. PJR Pasuruan. Pak Jokowi. Ini, Pak," ujar perekam video viral itu, seperti yang dilihat detikcom, Kamis (21/1/2021).

Truk itu terus melaju meski mobil petugas mengarah di depannya. "Pasuruan, he. Koyo ngene kok jare ngayomi masyarakat. Ngayomi opo ta. Opo salah e truk. Mboh enek opo perkorone salah e opo dipepet ae. Iki, Pak, plate, Pak," seru kernet dan sopir bersahutan.

Karena tak kunjung berhenti, mobil petugas kemudian mengambil arah kiri. "Lur, Pak PJR, Lur. Duding-duding, Sam. Karepe gak oleh direkam, Sam. Ho... Ho... Ho... Pasuruan," ujar perekam.

Dilihat detikcom, Kamis sore, video itu sudah dibagikan 1791 kali. Video itu mendapatkan ribuan respons.

Kasat PJR Jatim AKBP Dwi Sumrahadi membenarkan kejadian video viral tersebut.

"Emang ada yang salah dengan videonya, nggak ada kan? Harusnya yang betul dia berhenti, karena itu sudah perintah petugas. Tapi dia nggak berhenti berarti tidak menuruti perintah petugas. Perintah itu sah," kata Dwi kepada detikcom.

(iwd/iwd)