Minta Bantuan Penanganan Banjir, Pemkab Lamongan Kirim Surat ke Pemerintah Pusat

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 18:31 WIB
Pengerukan sungai bengawan solo
Pengerukan di Sungai Bengawan Njero (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Pemkab Lamongan berkirim surat ke pemerintah pusat. Surat tersebut berisi agar pemerintah pusat segera merealisasikan Perpres 80 tahun 2019 terkait penanganan banjir Bengawan Solo. Untuk mengantisipasi luapan anak sungai Bengawan Solo, yakni Bengawan Njero.

Bupati Lamongan Fadeli mengatakan, surat ini telah dikirim beberapa hari lalu ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, dan ditembuskan ke Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Surakarta, dan Gubernur Jawa Timur.

"Kami telah mengirim surat permohonan dukungan percepatan penanganan banjir di wilayah Bengawan Njero kepada Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan Perpres 80/2019 terkait penanganan banjir Bengawan Solo," kata Fadeli pada wartawan, Senin (18/1/2021).

Pihaknya meminta pemerintah pusat memberikan langkah kongkrit, agar banjir tak terus menerus terjadi di Lamongan. Sebab dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019 terkait Penanganan Rehabilitasi Daerah Irigasi Bengawan Jero dan Percepatan Penuntasan Saluran Primer Daerah Irigasi Bengawan Njero (Lanjutan saluran primer Intake Babat Barrage), termasuk perlunya penanganan pasca banjir (darurat) infrastruktur jalan dan jembatan.

"Penanganan banjir ini memiliki peran dan arti yang sangat penting, kaitannya dengan penyediaan air baku irigasi dan drainase serta kegiatan pertanian, dimana sampai saat ini penanganannya masih terkendala infrastruktur yang belum terpenuhi," tambah Fadeli.

Dia berharap ada dukungan, baik dari pemerintah pusat dan provinsi, dalam percepatan penyelesaian permasalahan banjir di Bengawan Njero.

Intensitas curah hujan yang tinggi dan terjadi hampir merata di Lamongan telah menyebabkan peningkatan kenaikan debit air yang masuk di wilayah Bengawan Njero. Akibatnya, Bengawan Njero sudah tidak mampu menampung luapan debit banjir dari anak-anak sungai yang mengalir dari wilayah selatan dan tengah Lamongan sehingga mengakibatkan banjir di 6 kecamatan di Lamongan.

"Pemkab Lamongan telah mengupayakan berbagai hal untuk percepatan penanganan banjir dengan melakukan pembersihan gulma eceng gondok bersama TNI, Polri, dan masyarakat di sepanjang anak sungai menuju Bengawan Njero. Selain itu juga melakukan penanganan tangkis Kali Patih - Kali Plalangan - Kali Mengkuli, membagikan sembako pada masyarakat terdampak, dan mendirikan posko kesehatan di 6 wilayah kecamatan," sebut Fadeli.

Sebelumnya, banjir luapan Bengawan Njero ini menggenangi 7.726 rumah penduduk di 42 desa di 6 kecamatan. Prasarana infrastruktur jalan, lahan pertanian dan sawah tambak seluas 637 Hektar juga ikut terendam banjir ini.

(fat/fat)