Kasihan, Bayi di Blitar Kehilangan Ibu dan Kakeknya Akibat COVID-19

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 19:33 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on  COVID-19
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Blitar - Seorang bayi di Blitar, Provinsi Jawa Timur, dilahirkan dalam keadaan selamat oleh ibu yang terinfeksi virus Corona (COVID-19). Tetapi, nyawa sang ibu tidak bisa diselamatkan. Bayi tersebut juga kehilangan kakeknya karena COVID-19.

Sekretaris Satgas Penanggulangan COVID-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo memaparkan, kisah duka dialami warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo. Berawal ketika si ibu memilih pulang kampung ke Kota Blitar karena menjelang masa melahirkan. Dia tidak pulang bersama sang suami, karena status suami positif COVID-19 dari klaster pabrik tempatnya bekerja di Sidoarjo.

Namun rencananya untuk melahirkan di kampung halaman tak sesuai rencana. Karena mendadak, kondisi ibu mengeluhkan gejala yang mengarah ke COVID-19. Begitu memeriksakan diri ke rumah sakit, hasilnya dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

Wanita berusia 26 tahun ini, sempat antre di tenda darurat, sebelum mendapatkan tempat di ruang isolasi. Begitu masuk ruang isolasi, kondisinya makin buruk.

"Tim medis kemudian mengajak musyawarah pihak keluarga. Sehingga diputuskan, mengambil tindakan operasi caesar untuk menyelamatkan bayinya. Operasi berjalan lancar, namun dua hari kemudian nyawa si ibu tidak dapat diselamatkan," tutur Hakim kepada detikcom, Sabtu (16/1/2021).

Hakim menyebut, kondisi bayi lelaki yang dilahirkan sangat sehat. Hasil swab testnya juga menunjukkan negatif COVID-19. Ayah jabang bayi kemudian dijemput untuk menyaksikan pemakaman sang istri pada Jumat (15/1). Sekaligus melihat kondisi anak lelakinya dari jarak dekat.

Duka keluarga itu belum berakhir. Ketika istrinya terkonfirmasi positif, Satgas COVID-19 langsung melakukan tracing dan testing. Ternyata ada beberapa anggota keluarga lain yang juga positif. Satu di antaranya, si kakek yang mempunyai rekam medis komorbid.

"Hanya selang sehari kami makamkan putrinya. Hari ini kami makamkan bapaknya atau kakek si jabang bayi. Virus Corona sekarang makin ganas, apalagi jika ada anggota keluarga yang mempunyai komorbid," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2