Harga Kedelai Melambung, Pengusaha Tempe dan Tahu di Banyuwangi Menjerit

Ardian Fanani  - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 09:21 WIB
Pengusaha Tempe dan Tahu di Banyuwangi Menjerit
Foto: Ardian Fanani
"Tidak berani naikkan harga. Tapi jika dihitung, sekarang kedelai impor sudah menyentuh harga Rp 9.250/kg. Padahal sebelumnya hanya Rp 6.500/kg. Naik Rp 2.750," ungkap Syamsul.

Industri rumahan yang berdiri sejak tahun 1995 itu memang memilih kedelai impor sebagai bahan baku pembuatan tempe. Hal tersebut karena kualitasnya dinilai bagus dibandingkan dengan kedelai lokal.

H. Syamsul Mualim berharap pemerintah bisa turun tangan mengatasi masalah ini. Sebab jika tidak segera ditangani, para pengusaha tempe dan tahu bisa jadi gulung tikar akibat harga kedelai yang tak kunjung turun.

"Kami mohon untuk pemerintah melakukan operasi pasar atau semacamnya. Agar kedelai impor tidak tambah mahal lagi," pungkasnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Sumi, produsen tahu di Kelurahan Singonegaran, Banyuwangi. Selain mengurangi produksi, tahu yang dibuatnya diperkecil. Meski banyak yang protes, namun dirinya tak bisa berbuat banyak.

"Banyak yang protes. Tapi ya daripada rugi banyak terpaksa saya kurangi (ukuran) tahunya," pungkasnya.


(fat/fat)