Antisipasi Harga Naik di Libur Nataru, Satgas Pangan Sidak Pasar Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 26 Des 2020 14:33 WIB
satgas pangan banyuwangi
Satgas Pangan Banyuwangi monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Satgas Pangan Banyuwangi menggelar monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar di Banyuwangi pada libur Natal dan Tahun baru (Nataru). Sidak pasar itu sekaligus sosialisasi pencegahan penularan COVID-19.

Tim Satgas Pangan Banyuwangi yang terdiri dari Kepolisian, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP melakukan sidak ke pasar Banyuwangi Jalan Satsuit Tubun dan Pasar Blambangan di Jalan Basuki Rahmat Banyuwangi, Sabtu (26/12/2020).

Tim satgas pangan yang dipimpin langsung Kanit Pidana Khusus (pidsus) Polresta Banyuwangi, Ipda Nuramansyah tersebut langsung turun ke pedagang memantau stok dan harga pangan.

"Kita cek ke pasar dan stok pangan masih aman, harganya juga akan komoditi yang harganya naik dan turun," ungkapnya kepada wartawan.

Menurut Nurman, harga dan stok kebutuhan pokok di pasar Banyuwangi cenderung stabil. Komoditas yang naik harga hanya minyak goreng curah, cabai rawit dan bawang putih. Sementara komoditi yang mengalami turun harga yakni telur dan ketan.

Nurman menjelaskan, harga ketan turun dari harga Rp 12 ribu/kg menjadi Rp 11.700/kg. Harga telur yang semula pada kisaran harga Rp 26 ribu/kg turun menjadi Rp 25 ribu/kg. Minyak goreng curah justru naik dari harga semula Rp 9.000/liter kini menjadi Rp 14 ribu/liter, minyak goreng kemasan yang semula Rp 225 ribu naik menjadi Rp 275 ribu (per dua liter).

Komiditi lain yang mengalami kenaikan harga yakni bawang putih yang semula Rp 23 ribu/ kg naik menjadi Rp 24 ribu/kg, harga ikan cumi dari harga Rp 50 ribu/kg naik menjadi Rp. 70 ribu/kg.

Meski demikian harga komoditi masih fluktuatif, bahwa kenaikan dan penurunan dari sembako lainya berkisar antara Rp. 500 hingga Rp 5 ribu, dan harga tersebut masih dianggap wajar. Sehingga belum perlu dilakukan operasi pasar.

"Tapi jika sewaktu-waktu kenaikan sudah mencapai 20 persen lebih, maka pihak dinas akan mengadakan operasi pasar untuk menstabilkan harga," jelasnya.

Dari sidak tersebut, lanjut Nurman stok dan ketersedian bahan pangan di wilayah Banyuwangi masih cukup aman untuk libur Natal dan Tahun Baru 2021. Sejauh ini daya beli masyarakat sejauh ini juga cukup baik.

"Yang paling menggembirakan adalah kesadaran pedagang maupun pembeli untuk menerapkan protokol kesehatan ternyata cukup tinggi," terang Ipda Nurman.

Selama pelaksanaan sidak, pihaknya juga tak lupa senantiasa mengingatkan kepada seluruh pedagang dan pembeli untuk senantiasa memperhatikan dan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

(iwd/iwd)