Gejala COVID-19 Serang Fungsi Otak Pasien di Surabaya Didominasi Lansia

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 21 Des 2020 08:24 WIB
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19
Foto: Getty Images/Xesai

"Pasien delirium yang masuk ICU disertai gagal napas. Penanganannya pun juga lebih sulit," ujarnya.

Penangannya sendiri, Alfian mengatakan, dengan cara multi disiplin bersama dokter spesialis lainnya. Seperti dokter spesialis saraf, anastesi, penyakit dalam, paru dan lainnya.

Alfian menjelaskan, pasien bisa sampai terkena delirium sebagai gejala COVID-19 adalah biasanya karena kekurangan oksigen di otak atau hipoksia. Untuk mencegahnya agar tidak semakin parah, harus menjalani tata laksana COVID-19 kritis atau segera ditangani.

"Bila ada pasien COVID-19 kondisi berat segera diberi oksigen, segera diberi perawatan di ICU," jelasnya.

Ia pun berpesan ke masyarakat, agar tetap waspada dengan gejala COVID-19 baru. Apa lagi yang biasanya menyerang paru, seperti batuk, sesak disertai demam.

"Namun, masyarakat juga hendaknya waspada bahwa pasien COVID-19 bisa mengalami delirium (penurunan kesadaran) yang perlu tatalaksana segera. Jangan tunda dan khawatir ke RS, agar mendapat penanganan yang tepat," pungkasnya.

Halaman

(fat/fat)