Gubernur Khofifah Tebar 3,5 Ton Benih Tanaman dari Udara Lewat Aeroseeding

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 22:00 WIB
gubernur khofifah
Foto: Istimewa
Khofifah menambahkan revegetasi melalui aeroseeding ini akan dirasakan manfaatnya beberapa tahun ke depan. Benih yang disebar akan tumbuh besar dan menjadi pondasi kuat untuk meminimalisir terjadinya longsor dan banjir saat hujan.

"Apabila bencana semacam itu tidak ditanggulangi, maka berdampak pada munculnya kemiskinan. Dengan adanya kegiatan ini, secara tidak langsung kita menjadi bagian dalam menanamkan kesejahteraan masyarakat di kemudian hari melalui format aeroseeding," paparnya.

Selain itu, Khofifah menambahkan aeroseeding tepat dilakukan saat musim penghujan. Hal ini akan meningkatkan persentase benih yang tumbuh.

Untuk itu, Khofifah mengatakan pihaknya akan terus berupaya menyebarkan benih tanaman secara aeroseeding untuk daerah yang gundul, tetapi sulit dijangkau dan dilaksanakan di masa musim hujan.

"Menurut data BMKG, intensitas hujan yang tinggi sampai bulan Februari bahkan bisa terjadi sampai Bulan April 2021. Oleh sebab itu, harus ada mitigasi dan kepastian titik koordinat dengan presisi tinggi, agar benih tanaman bisa disebarkan di area yang tepat," tambahnya.

Selain itu, Khofifah mengaku bersyukur dengan kondisi alam di Jatim. Di mana alamnya cocok ditanami tanaman jenis apapun. Untuk itu, kondisi alam yang seperti ini harus dijaga dengan baik, salah satunya melalui revegetasi, tidak melakukan penebangan liar dan gerakan menanam.

"Benih-benih tersebut di kemudian hari bisa menjadi penyelamat saat terjadi intensitas hujan yang tinggi untuk menghindari banjir bandang atau tanah longsor," ungkapnya.

Selain penyebaran benih dengan metode aeroseeding, Khofifah menyebut rehabilitasi hutan juga diselenggarakan melalui beberapa kegiatan. Seperti reboisasi, pemeliharaan, pengayaan tanaman, atau penerapan teknik konservasi tanah secara vegetatif pada lahan kritis dan tidak produktif.

Untuk mewujudkan upaya tersebut, Gubernur Jawa Timur melalui suratnya Nomor 360/098/208.2/2020 tanggal 20 Januari 2020 meminta semua pihak untuk menyumbangkan benih atau biji kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Provinsi Jawa Timur.