Saat Risma Jadi Guru di Simulasi Sekolah Tatap Muka Hari Kedua

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 16:56 WIB
risma jadi guru di sekolah tatap muka
Risma saat mengajar di simulasi sekolah tatap muka (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya - Pelaksanaan simulasi sekolah tatap muka yang berlangsung di SMPN 1 Surabaya, Selasa (8/12/2020), tampak berbeda. Sebab, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara khusus hadir untuk menjadi pengajar atau guru dalam simulasi di hari kedua tersebut.

Belasan pelajar kelas IX, SMPN 1 Surabaya tampak begitu antusias. Mereka dengan seksama mendengarkan setiap paparan atau materi pelajaran yang disampaikan Risma. Tak hanya pelajar di SMPN 1 Surabaya, namun seluruh pelajar kelas IX jenjang SMP juga mengikuti materi yang disampaikan Risma melalui online.

Saat itu, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), tentang dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari globalisasi.

"Persaingan kalian saat ini bukan antara pelajar SMPN 1 dengan SMP lain. Tapi persaingan kalian adalah dengan anak-anak di seluruh dunia. Itulah salah satu dampak globalisasi. Jadi kalian harus sehat, kalian harus kuat, supaya bisa mengalahkan mereka," kata Risma kepada para siswa, Selasa (8/12/2020).

Vagi Risma, menjadi sosok pengajar atau guru bagi pelajar Surabaya bukanlah yang pertama. Sebab, sebelumnya, ia sempat beberapa kali menjadi pengajar sekolah daring bagi anak-anak Surabaya.

"Sebetulnya ini bukan pertama kali aku ngajar. Ini pertama kali anak-anak (simulasi) masuk sekolah. Mungkin mereka agak terlalu lama libur, jadi kemudian kita ajari pertama yang ringan-ringan dulu termasuk pelajaran saya," katanya.

Selain Risma, nantinya akan ada beberapa tokoh lain yang bakal menjadi pengajar dalam simulasi sekolah tatap muka. Salah satunya adalah Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta.

"Nanti ada beberapa tokoh, Pak Kapolda Jatim juga nanti akan ngajar," ungkap Risma.

Menurut Risma, yang paling penting dalam simulasi ini adalah bagaimana membangkitkan kembali semangat anak-anak di sekolah. Sebab, anak-anak sudah lama tidak menerima pembelajaran langsung secara tatap muka.

"Mungkin biasanya juga ada yang masih tidur. Sekarang mereka harus dalam posisi ini kan (duduk di kelas), biasanya mereka gerak-gerak, mungkin juga bosan dia tadi, satu jam duduk," kata Risma.

Risma menilai simulasi sekolah tatap muka ini dapat menjadi pendorong atau penyemangat bagi anak-anak di masa transisi. Sehingga ketika sekolah nanti resmi dibuka, anak-anak kembali terbiasa disiplin dengan proses pembelajaran tatap muka.