Kasus Terus Melonjak, RS Darurat Indrapura Jatim Rawat 224 Pasien COVID-19

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 15:45 WIB
Okupansi RS Darurat COVID-19 Indrapura Terus Meningkat
Foto: Tangkapan Layar
Surabaya -

Kenaikan kasus COVID-19 di Jawa Timur menyebabkan kasus aktif juga melonjak. Tercatat kasus COVID-19 yang aktif di Jawa Timur hingga (3/12) berjumlah 3.240 kasus. Dampaknya, banyak kapasitas rumah sakit yang mulai mengkhawatirkan.

Salah satunya di RS Darurat COVID-19 Jatim atau RS Lapangan Indrapura. Dari data yang dihimpun detikcom, pada 30 November lalu, jumlah pasien yang dirawat berjumlah 166. Namun pada hingga Jumat (4/12) pukul 14.30 WIB ini, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat ada 224. Meningkat 58 pasien dalam waktu 4 hari.

"Jadi memang kasus aktif COVID-19 di Jatim ini meningkat. Tapi tidak hanya Jatim, seluruh Indonesia juga meningkat semua. Dampak meningkatnya kasus ini ya ke okupansi rumah sakit. Di RS Darurat kapasitasnya bisa diekspansi sampai 357 bed," ujar Jubir Satgas COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril, Jumat (4/12/2020).

RS Darurat COVID-19 sendiri saat ini merawat 224 pasien COVID-19 dengan rincian 138 laki-laki dan 86 perempuan.

Okupansi RS Darurat Indrapura ini terus meningkat. Tercatat Senin (30/11) lalu, jumlah pasien yang dirawat berjumlah 166. Lalu pada Selasa (1/12) pasien yang dirawat berjumlah 185 pasien. Rabu (2/12) jumlah pasien yang dirawat 190. Kemudian Kamis (3/12) jumlah pasien yang dirawat 212. Dan pada Jumat (4/12) pukul 14.30 WIB, pasien yang dirawat berjumlah 224.

Melihat kasus aktif yang mulai naik, Satgas COVID-19 Jatim memastikan akan membangun RS Darurat/RS Lapangan COVID-19 di Malang Raya.

"Sudah fix, setelah kita diskusi dengan pihak BNPB. Nanti segala kebutuhan logistik dan tenaga medis akan ditangani dari Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. RS Darurat di Malang Raya ini juga untuk mengantisipasi okupansi RS di Malang Raya yang naik," terang Jibril.

"Jadi RS Darurat ini menerima pasien dari mana saja. Tidak hanya dari kota di mana RS itu ada. Di RS Darurat Indrapura, juga menerima pasien dari banyak kota di Jatim. Harapannya tentu, mereka yang bergejala ringan, sedang dan OTG bisa dirawat di RS Darurat dan tidak isolasi mandiri. Menghindari penularan/klaster keluarga," pungkasnya.

(fat/fat)