Cegah Meningkatnya COVID-19, Risma Minta Warga Tak ke Luar Kota Saat Nataru

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 21:15 WIB
wali kota risma
Wali Kota Risma (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Menjelang libur Natal dan tahun baru, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau warganya untuk tidak ke luar kota. Hal itu diminta karena berkaca dari long weekend yang membuat kasus COVID-19 di Surabaya meningkat.

"Jadi yang liburan kemarin Surabaya ada kenaikan. Namun kami cepat melakukan antisipasi. Jadi yang suspect misalkan baru batuk, pilek itu kita deteksi. Jadi yang mengeluh berobat batuk pilek langsung kita swab. Itulah mengapa penanganan kami lebih cepat," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Kamis (3/12/2020).

Risma mengatakan ketika warga berlibur ke luar kota akan sulit mendeteksi kontak dengan siapa saja. Jika di Surabaya, pemkot sudah melakukan tracing dan testing, sehingga dapat diketahui siapa saja yang pernah kontak.

Jika OTG juga akan lebih susah dideteksi, oleh karena itu Risma berharap warga Surabaya saat libur nataru tidak bepergian ke luar kota sampai kondisi mulai membaik.

"Jangan kemudian kita tertular dan impact-nya itu ke keluarga kita. Ada yang kuat tapi ada yang tidak kuat. Jadi contohnya misalnya ada seorang dokter yang kita tracing ternyata dia juga habis dari luar kota," ujarnya.

"Karena itu saya berharap sekali lagi, karena tidak semua orang kuat. Tidak hanya orang tua, yang muda pun banyak yang jadi korban. Oleh sebab itu ayo kita jaga 3M, Memakai Masker, Menjaga Jarak Aman, dan Mencuci Tangan," tambahnya.

Sementara Kepala Disbudpar Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengingatkan kepada pengelola wisata untuk mengutamakan protokol kesehatan sesuai dengan Perwali nomor 28 dan 33. Di mana industri pariwisata, salah satunya destinasi wisata harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Caranya dengan cuci tangan, menyiapkan fasilitas disinfektan, Termasuk satgas penanganan sehingga mereka mengingatkan terus pengunjung kalau tidak mematuhi protokol kesehatan dan membatasi jarak," kata Antiek.

Selain itu, di dalam perwali juga meminta untuk membatasi jumlah pengunjung sampai 50 persen. Sebab, pihaknya tidak ingin nantinya terjadi penambahan kasus lagi akibat libur panjang.

"Termasuk membatasi jumlah pengunjung. Sesuai ketentuan maka maksimal separuh dari kapasitas yang ada," pungkasnya.

(iwd/iwd)