2,9 Ton Tokek Kering dari Jatim Diekspor ke China

Suparno - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 10:19 WIB
Pada 25 November 2020, Kementan melalui Karantina Pertanian Surabaya melakukan sertifikasi 2,9 ton tokek kering. Tokek itu dikirim ke China dengan nilai Rp 117 juta.
Tokek kering dari Jatim/Foto: Suparno
Sidoarjo -

Pada 25 November 2020, Kementan melalui Karantina Pertanian Surabaya melakukan sertifikasi 2,9 ton tokek kering. Tokek itu dikirim ke China dengan nilai Rp 117 juta.

Dalam Bahasa Mandarin, tokek disebut bihu. Tokek merupakan bahan baku obat tradisional di China. Ramuan tersebut dipercaya dapat mengusir masuk angin, mengobati asma, penyakit kulit bahkan tumor serta kanker.

Dengan beragam manfaat yang dimiliki, tidak heran apabila permintaan tokek kering dari Indonesia tidak pernah berhenti. Sebelum diekspor, bihu kering tersebut diperiksa oleh Karantina Pertanian Surabaya wilayah kerja Tanjung Perak. Baik secara fisik maupun dokumen.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, bihu kering tersebut dokumennya lengkap dan memenuhi syarat. Sehingga Sertifikat Sanitasi Produk Hewan (KH 12) dapat diterbitkan," ujar drh Oki, dokter hewan KKP Surabaya yang melakukan pemeriksaan, Senin (30/11/2020).

Secara terpisah, Kepala Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi menyampaikan, potensi ekspor bihu kering dari Jawa Timur sangat menjanjikan.

Eksportasi bihu kering melalui Karantina Pertanian Surabaya tercatat 10 kali pada periode Januari-November 2020. Tokek kering itu diekspor ke Tiongkok, Taiwan dan Hongkong.

"Selain itu berdasarkan data Otomasi Karantina Pertanian, bihu kering yang diekspor sepanjang Januari-November mencapai 33,913 ton dari beberapa perusahaan di Jawa Timur," pungkasnya.

(sun/bdh)