2.008 APK Milik Paslon di Pilwali Surabaya Melanggar Aturan, Ini Rinciannya

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 10:26 WIB
Bawaslu Surabaya
Bawaslu Kota Surabaya (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Bawaslu menemukan ada ribuan alat peraga kampanye kampanye (APK) di Pilwali Surabaya yang dinilai telah melanggar aturan. APK-APK tersebut milik dua paslon nomor urut 1 Eri-Armuji dan nomor urut 2 Machfud-Mujiaman.

Ketua Bawaslu Surabaya M Agil Akbar mengatakan pihaknya saat ini telah menginventarisir 2.008 buah APK yang melanggar undangan-undang. Adapun UU itu yakni PKPU 11, SK KPU serta perda Pemkot Surabaya.

"Kami telah menginventaris hampir 2.008 alat peraga kampanye yang melanggar ketentuan perundang-undangan seperti PKPU 11 tahun 2020, SK KPU sby no 876 dan perda pemerintah kota Surabaya," terang Agil.

Adapun APK yang melanggar itu, rinciannya baliho sebanyak 500 buah, banner 1.442 buah, billboard 34 buah dan umbul-umbul 32 buah.

Menurut Agil, setidaknya ada tiga kategori pelanggaran APK yang tidak sesuai perundangan yang ada. Tiga hal itu yakni tak sesui ukuran, tata cara pemasangan, melanggar ketentuan lokasi yang tak boleh memasang.

Atas temuan itu, Bawaslu kemudian memberikan surat rekomendasi sebagai tindaklanjut ke KPU Surabaya dan diteruskan kepada masing-masing paslon.

"Surat rekomendasi dikirim kepada KPU sebagai tindaklanjut temuan Bawaslu kota surabaya. Nah, KPU kemudian akan meneruskan kepada pasangan calon untuk dapat menertibkan secara mandiri," terang Agil.

"Jika tidak ditindaklanjuti maka Bawaslu Surabaya akan menurunkan 2008 APK dari seluruh pasangan calon yang ada," imbuhnya.

(fat/fat)