Polisi Bongkar Kasus Gula Rafinasi Dijual Konsumsi di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 18:04 WIB
gula rafinasi
Dua tersangka gula rafinasi dijual gula konsumsi diamankan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Polisi membongkar sindikat penjualan gula rafinasi yang dijual kembali secara langsung ke konsumen. Dua tersangka diamankan dari kasus ini.

Aksi sindikat penjualan gula rafinasi yang selama ini bergerak di Gresik dan Mojokerto itu harus terhenti di Lamongan. Dua tersangka, HM (49) warga Kecamatan Kembangbahu dan SC (47) warga Kecamatan Tulangan, Sidoarjo diamankan saat sedang membongkar dan mengganti kantong kemasan yang baru di gudang penggilingan padi milik S di Desa Pangumbulanadi, Kecamatan Tikung.

"Aparat kepolisian Lamongan mengamankan 2 orang berinisial HM (49) dan SC (47) terkait praktik curang mengubah gula rafinasi menjadi gula pasir bagi konsumsi umum yang dipasarkan," kata Kapolres Lamongan AKBP Harun saat konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Lamongan, Selasa (24/11/2020).

Harun mengungkapkan pihaknya mengamankan setidaknya 20 ton gula rafinasi dari gudang penggilingan padi yang termuat dalam 2 truk besar. Harun mengungkapkan sebelum diamankan di Lamongan, diketahui sindikat peredaran gula rafinasi ini beroperasi selama 4 bulan di Gresik dan Mojokerto. Dari dua daerah itu, sindikat ini berlanjut menyeberang ke Lamongan.

"Di Lamongan para tersangka memanfaatkan gudang penggilingan padi untuk proses ganti kemasan yang kemudian disalurkan ke para pedagang di Lamongan," ujar Harun.

ada saat penggerebekan, polis mendapati satu truk pengangkut gula dengan nopol R 1571 YA yang sedang menurunkan gula rafinasi di gudang penggilingan padi. Truk kedua dengan nopol R 1605 UK yang berisi muatan yang sama diamankan polisi di sekitar SPBU Tikung ketika hendak menuju gudang penggilingan padi menyusul truk pertama.

"Sebanyak 20 ton gula rafinasi yang diangkut dua truk dalam 400 sak itu semuanya hendak diover (ganti) sak lain dengan merk Matahari Merah kapasitas 50 kilo per sak dan dijahit rapi seperti kemasan hasil pabrikan," ungkap Harun.