Sekilas Jatim: Toko Obat Habib Disebut Nikita Mirzani-Korban Bondet Meninggal

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 21:58 WIB
Toko Obat Habib Disebut Nikita Mirzani di Ada Malang
Toko obat habib yang disebut Nikita Mirzani (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)

Usaha toko obat Habib Abdul Kadir dirintis Mahdi setelah dirinya diberhentikan bekerja, karena pandemi COVID-19. Berbekal keahlian meracik jamu, Mahdi akhirnya nekat membuka depot jamu dengan berbagai macam produk jamu. Dari menyembuhkan penyakit hingga menjaga stamina tubuh.

Di antaranya, mengatasi keluhan penyakit asam urat, pegel linu, encok, masuk angin, sakit perut, batuk pilek, diabetes, stamina dan juga STMJ ma'jun. Selain mengatasi penyakit, toko obat ini juga menawarkan jamu stamina bagi laki-laki.

Seperti jamu rudal asmara, rudal super, rudal top spesial. Harganya cukup terjangkau. Misalnya, jamu rudal asmara dibandrol seharga Rp 25 ribu, rudal super Rp 30 ribu dan rudal top spesial Rp 40 ribu. Sementara tarif untuk jamu seduhan mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 25 ribu untuk kelas super.

Sementara Musleh (45), warga Desa Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, merupakan korban tewas salah sasaran lemparan bondet. Korban meninggal dalam perawatan di rumah sakit. Polisi mengatakan keluarga korban tak terima dengan apa yang dialami Musleh. Keluarga disebut akan menuntut.

"Kalau keluarganya tetep menuntut. Nggak terima," kata Kanit Reskrim Polsek Kejayan, Aipda Agung Darmawan saat dikonfirmasi.

Lokasi pelemparan bondet di pasuruanLokasi pelemparan bondet di Pasuruan/ Foto: Istimewa

Agung menjelaskan pertolongan kepada korban sudah dilakukan maksimal. Setelah terkena lemparan bondet Minggu (15/11) malam, dia dilarikan ke RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan. Korban lalu dirujuk ke RSUD Bangil dan meninggal dunia.

"Lukanya di bokong. Bagian tubuh lain nggak apa-apa," jelas Agung.

Kasus bermula saat rumah Maisaroh di Desa Kedungpengaron, dilempar bondet, Minggu (15/11/2020) pukul 20.30 WIB. Pelaku melempar bondet sebanyak 4 kali hingga mengalami kerusakan di jendela, tembok dan almari.

Setelah melempar rumah, 2 pelaku lantas mencari Maisaroh yang bersembunyi. Pelaku kemudian berpapasan dengan Musleh di lorong antar rumah warga. Pelaku melempar Musleh dengan bondet hingga tersungkur.

Belakangan, berdasarkan identifikasi polisi, pelaku diduga kuat S (45) dan R (18), suami dan anak korban sendiri. Saat kejadian, pelaku mengira Musleh adalah paman Maisaroh, istrinya.

Halaman

(fat/fat)