Situs Pendem di Kota Batu Tak Tercatat Masa Hindia-Belanda

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 19:18 WIB
Ekskavasi Situs Pendem Tahap 4 di kota batu
Ekskavasi Situs Pendem (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Batu -

Ekskavasi untuk mengungkap dugaan candi di Situs Pendem Kota Batu tengah berjalan. Berbeda dengan situs lainnya, cagar budaya ini tidak tercatat masa Hindia Belanda.

"Satu hal cukup menarik adalah keberadaan candi di Situs Pendem tidak terdeteksi dalam catatan masa Hindia-Belanda tentang tinggalan purbakala di Indonesia, yaitu Rapporten Oudhe-inkudig Commisie op Java en Madoera (ROC) pada awal 1900 dan di dalam Oudheidkundg Verslag (OV) pada 1920," ujar arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho kepada detikcom, Minggu (15/11/2020).

Menurut Dwi, kedua sumber laporan itu hanya memuat keberadaan yoni dan nandi berada di Pendem, tetapi tidak menyebut adanya candi. Situs Pendem sendiri terletak di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Namun dari sumber sejarah lain, lanjut Dwi, yaitu catatan perjalanan seorang asal Belanda yang bernama JI Van Sevenhoven, disebutkan bahwa telah menjelajah Malang pada 1812.

Dalam sumber tertulisnya, JI Van Sevenhoven melintasi kebun kopi di Naya saat bernama Dinoyo, dan kemudian melintasi Alu, kemungkinan saat ini dikenal sebagai Ngelo.

"Setelah dari Alu, JI Van Sevenhoven berlanjut ke Kaling yang kini menjadi Sengkaling. Setelah dari Kaling, Sevenhoven kemudian menyeberangi Sungai Brantas dan menjumpai adanya candi. Namun dalam catatan Sevenhoven tidak menyebutkan nama candi tersebut," terang Dwi.

Hasil ekskavasi sementara menguatkan bahwa Situs Pendem merupakan bangunan candi, yang berkaitan dengan prasasti Sangguran. Karena dalam prasasti tersebut, disampaikan adanya candi.

"Ada perkiraan bahwa bangunan candi di Situs Pendem diduga kuat merupakan bangunan candi yang disebut dalam Prasasti Sangguran yang menurut catatan Verbeek pada tahun 1836 ditemukan di Ngandat, Mojorejo, Kota Batu," beber Wicaksono.

Hal ini berdasarkan, letak Ngandat dengan Situs Pendem hanya berjarak 1 KM, yang kedua lokasi ini dipisahkan oleh sungai brantas. Prasasti sangguran berangka tahun 850 saka atau 928 masehi, menyebutkan tentang sebuah candi I Sang Hyang Prasada Kabhaktyan ing sima Kajurugusalyan ing Mananjung.

Wicaksono menambahkan, berdasarkan sumber sejarah dan bukti arkeologis, bangunan candi di Situs Pendem masih berdiri hingga tahun 1812. Akan tetapi tahun 1900-an, bangunan candi tak ditemukan kembali.

Selanjutnya
Halaman
1 2