Lumbung Pangan Jatim Terbukti Mampu Kontrol Inflasi di Masa Pandemi

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 13:39 WIB
Petugas Lumbung Pangan Jatim Positif COVID-19
Lumbung pangan Jatim (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Program inisiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Lumbung Pangan Jatim terbukti mampu mengontrol inflasi daerah di masa pandemi COVID-19. Hal ini terbukti dari harga komoditas saat hari besar tidak mengalami kenaikan.

Sejak digagas pada April, Lumbung Pangan Jatim mampu mengontrol inflasi seperti saat hari besar keagamaan Idul Fitri hingga Idul Adha. Dari data BPS Jatim, inflasi bisa terkontrol dengan baik.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim Tiat Sutiarti Suwardi mengatakan layanan gratis ongkir Lumbung pangan Jatim kini telah menjangkau 38 Kab/Kota, dengan pusatnya berada di Kota Surabaya. Surabaya sengaja dipilih sebagai pusat, karena di daerah ini tercatat sebagai wilayah dengan bobot inflasi terbesar bagi perhitungan inflasi Jatim hingga nasional.

"Stabilitas harga komoditas strategis harus dijaga, khususnya pada masa pandemi COVID-19 Karena komoditas strategis berkontribusi terhadap Garis Kemiskinan jika harga naik maka garis kemiskinan naik yang berdampak pada naiknya masyarakat miskin, maka program inisiasi ibu gubernur ini alhamdulilllah telah memberikan kontribusi besar dalam kontrol inflasi daerah," kata Tiat di Surabaya, Rabu (11/10/2020).

Tiat mencontohkan pada komoditas beras yang berkontribusi 25,97 persen di Garis Kemiskinan Desa dan 20,59 persen pada Garis Kemiskinan Kota. Kemudian, komoditas telur ayam ras berkontribusi 3,53 persen Garis Kemiskinan Desa dan 4,26 persen Garis Kemiskinan Kota, lalu Gula berkontribusi 2,89 persen Garis Kemiskinan Desa dan 2,06 persen Garis Kemiskinan Kota.

Selanjutnya Daging Ayam Ras berkontribusi 2,28 persen Garis Kemiskinan Desa dan 3,83 persen Garis Kemiskinan Kota, dan Mie Instan berkontribusi 2,16 persen Garis Kemiskinan Desa dan 2,40 persen Garis Kemiskinan Kota, serta berbagai komoditas strategis lain.

"Semua komoditas tersebut dijual di Lumbung Pangan Jatim dengan harga di bawah harga pasar dan tentunya gratis ongkir, ini yang menjadi kontrol inflasi. Di mana masyarakat tak khawatir dengan suplai komoditas, dan tidak khawatir karena harga barang yang tidak bergejolak bahkan justru di bawah harga pasar," papar Tiat.

Dari hal ini, Tiat menyebut Lumbung Pangan Jatim merupakan bagian dari Sistem Logistik Daerah yang sedang dikembangkan untuk menjaga stabilitas harga komoditas strategis di Jatim. Terlebih, dengan mengoptimalkan teknologi informasi, Lumbung Pangan Jatim mampu menjadi mediator antara produsen yang pada saat pandemi terpuruk karena oversupply dengan konsumen.

Selanjutnya
Halaman
1 2