Rebutan Limbah Pabrik Kabel Kendaraan di Mojokerto Tuntas di Meja Mediasi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 21:19 WIB
Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo
Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Persoalan rebutan limbah PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) di Mojokerto akhirnya selesai melalui jalur mediasi. Pabrik kabel kendaraan atau wiring harness itu sepakat menyerahkan hak pengelolaan limbahnya ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lolawang, Kecamatan Ngoro.

Warga Desa Lolawang beberapa kali berunjuk rasa di depan PT SAI untuk meminta hak pengelolaan limbah. Karena selama 18 tahun, limbah pabrik kabel kendaraan tersebut dikelola oleh vendor lain. Mereka meminta limbah perusahaan ini dikelola BUMDes Lolawang.

Seperti aksi kemarin dan hari ini, puluhan warga berkumpul di pintu gerbang pabrik wiring harness di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP), Desa Lolawang tersebut. Sehingga akses keluar masuk kendaraan tertutup oleh warga.

Mediasi pun digelar untuk menuntaskan persoalan tersebut. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo turun langsung ke PT SAI menjadi mediator sekitar pukul 13.45 WIB. Perundingan selama dua jam akhirnya mencapai kesepakan yang menghentikan aksi warga Desa Lolawang.

Himawan mengatakan, dalam kesepakatan tersebut, PT SAI akan menyerahkan hak pengelolaan limbahnya ke warga Desa Lolawang. Namun dengan syarat, limbah dikelola BUMDes Lolawang, bukan perorangan.

"Kami akan membantu masyarakat untuk menguruskan BUMDes. Yang kedua syarat-syarat mengelola limbah itu tidak mudah. Nanti DLH (Dinas Lingkungan Hidup) akan membantu itu. Izin-izinnya juga harus dipenuhi. Karena izinnya belum ada, Dinas Perizinan akan membantu," kata Himawan kepada wartawan di PT SAI, Selasa (3/11/2020).

Ia mewanti-wanti warga Lolawang agar selalu mematuhi regulasi untuk mendapatkan kontrak pengelolaan limbah PT SAI. Begitu pula saat BUMDes Lolawang ditetapkan sebagai pengelola. Salah satunya menjalankan pengelolaan limbah sesuai kontrak kerjasama dengan perusahaan modal asing (PMA) asal Jepang tersebut.

"Kalau syarat-syarat tidak dipenuhi, hak pengelolaan limbah masih dipegang vendor yang existing (pengelola lama). Kalau sudah, maka diserahkan ke desa," terangnya.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menjelaskan adanya kesepakatan ini membuat PT SAI bisa beroperasi seperti sedia kala. Pengelolaan limbah pabrik wiring harness tersebut tetap dipegang vendor-vendor lama sampai masa kontrak mereka berakhir Desember 2020. Jika mampu memenuhi berbagai persyaratan, pengelolaan limbah akan dialihkan ke BUMDes Lolawang awal tahun depan.

Selanjutnya
Halaman
1 2