Asatan, Tradisi Warga Bondowoso Berburu Ikan di Bendungan Sampean Baru

Chuk S Widarsha - detikNews
Minggu, 01 Nov 2020 13:24 WIB
asatan di bendungan sampean baru
Warga berburu ikan di bendungan yang dikuras (Foto: Chuk S Widarsha)
Bondowoso -

Ratusan warga dari berbagai daerah tumplek blek di bendungan Sampean Baru, Bondowoso. Mereka berpesta berburu ikan segar di bendungan itu pada acara 'asatan'.

Asatan merupakan proses menguras bendungan yang terletak di Desa/Kecamatan Tapen, Bondowoso ini. Dalam bahasa Madura, asat artinya kering atau tak ada airnya.

Dalam acara itu, warga dapat leluasa turun langsung ke dalam bendungan untuk berburu ikan berbagai ukuran dan jenis. Sebab, debit air bendungan berkedalaman sekitar 50 meter itu memang jauh berkurang. Sehingga, ikannya banyak yang terdampar.

Beragam cara digunakan warga untuk berburu ikan-ikan tersebut. Mulai hanya menggunakan tangan kosong, jaring, maupun jala. Mereka saling berebut untuk mendapatkan ikan berbagai ukuran tersebut.

asatan di bendungan sampean baruWarga menunggu air bendungan surut (Foto: Chuk S Widarsha)

"Acara asatan seperti ini memang tahunan, mas. Biasanya menjelang musim penghujan," tutur Sugik, warga desa setempat, saat ditemui detikcom di lokasi, Minggu (1/11/2020).

Diimbuhkan Sugik, saat asatan tersebut warga leluasa turun ke dalam bendungan. Karena debit air bendungan memang jauh berkurang. Rata-rata berkedalama hanya seukuran lutut orang dewasa.

"Selain untuk kebutuhan keluarga, ikan yang didapat warga biasanya juga dijual ke pengunjung yang datang menyaksikan asatan ini. Lumayan, untuk membantu dapur saat kondisi pandemi seperti sekarang ini," aku Sugik.

Sementara salah seorang pengunjung asal Jember, Ahmad Winarno, mengaku jika ia memang sengaja datang untuk melihat dari dekat saat bendungan yang dibangun era Orde Baru itu dalam kondisi tak ada airnya.

"Selama ini kan hanya melihat bendungan yang banyak airnya. Sekalian bisa beli ikan hasil buruan warga yang harganya relatif murah," tukas Ahmad Winarno.

Pantauan di lapangan, warga mulai stand by di tepi bendungan sejak pagi hari. Karena proses pengurasan bendungan biasanya memang dilakukan sejak malam harinya. Begitu mulai terang, warga mulai turun ke bendungan yang airnya makin berkurang.

Pesta perburuan ikan pun dimulai. Tak jarang warga berebut untuk mendapatkan ikan berbagai jenis dan ukuran. Mereka kemudian memasukkan ikan tangkapannya ke karung plastik yang memang telah disediakan.

(iwd/iwd)