Makna Tersirat Telur Hias Ndhog-ndhogan Peringati Maulid Nabi di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 10:00 WIB
Tradisi Arak-arakan Ndhog-ndhogan di Banyuwangi berkurang di Tengah Pandemi COVID-19
Telur Hias Ndhog-ndhogan di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Arak-arakan ndhog-ndhogan di Banyuwangi digelar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini rupanya memiliki makna khusus bagi umat Islam. Apa makna dari telur yang dihias di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW?

Menurut budayawan Banyuwangi, Hasnan Singodimayan, jodang yang sudah dihias dan ditancapi kembang ndhog memiliki makna tersendiri. Penggunaan telur untuk memperingati Maulid Nabi memiliki makna tersendiri. Telur yang terdiri dari 3 lapisan, yakni kulit, putih telur dan kuning telur. Hal itu melambangkan Iman, Islam dan Ihsan.

"Maknanya itu kulit, putih telur dan kuning telur itu yakni Iman, Islam dan Ihsan. Jadi bukan hanya sebuah telur saja yang diarak begitu saja. Ada maknanya. Sedangkan hal-hal lainnya ditujukan untuk menunjukkan nilai-nilai keislaman," ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/10/2020).

Menurut Hasnan, dahulu ndhog-ndhogan menggunakan telur bebek, karena bebek adalah hewan yang jika bertelur ia akan diam. Sementara batang pisang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa pohon pisang adalah pohon yang jika dipotong ia akan tumbuh lagi

"Bebek itu jika bertelur tidak akan bersuara. Sementara pisang itu akan terus tumbuh. Meski inangnya hidup, anaknya akan tumbuh di sekitar tempat pisang itu hidup. Pokoknya pantang menyerah," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2