Tradisi Ndhog-ndhogan di Banyuwangi Digelar Sejak Abad ke-18

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 09:03 WIB
Tradisi Arak-arakan Ndhog-ndhogan di Banyuwangi berkurang di Tengah Pandemi COVID-19
Tradisi ndhog-ndhogan di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

Telur yang digunakan dalam tradisi ini adalah telur yang sudah matang. Lalu telur tersebut di letakkan di wadah yang terbuat dari berbagai macam bahan seperti kemasan air mineral gelas bekas atau karton yang dibentuk sesuai ukuran telur.

Lalu wadah tersebut dihias dengan kertas warna-warni lalu dicat. Wadah tersebut lalu diikatkan ke stik bambu yang sudah diraut ujungnya agar mudah nantinya saat ditancapkan ke batang pisang.

Wadah dan stik bambu yang sudah menjadi satu tersebut disebut sebagai kembang endhog. Batang pisang yang sudah dihias dan ditancapi kembang endhog tadi lalu diarak berkeliling desa atau kampung menggunakan becak atau mobil, atau hanya diletakkan di masjid atau panggung acara.

"Pada awalnya ndhog-ndhogan menggunakan telur bebek, namun saat ini lebih banyak menggunakan telur ayam yang lebih mudah didapat. Jodang yang digunakan selain menggunakan batang pisang ada juga yang mensiasati menggunakan pipa paralon panjang. Namun hal itu bukanlah menghilangkan esensi makna dari Ndog-ndogan," pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banyuwangi diperingati dengan acara arak-arakan Ndog-ndogan. Pohon pisang dihias dan ditancapi dengan telur hias. Setelah diarak dan digelar acara Maulid Nabi Muhammad, telur hias itu kemudian dibagikan ke masyarakat.

Halaman

(fat/fat)