Viral Cabe-cabean Tawuran di Mojokerto Ternyata Hoaks, 3 Penyebar Diamankan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 18:56 WIB
Viral Cabe-cabean Tawuran di Mojokerto Ternyata Hoaks, 3 Penyebar Diamankan
3 Pemuda diamankan soal video tawuran cabe-cabean (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Video viral tawuran dua kelompok cabe-cabean yang menghebohkan jagat maya disebut terjadi di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, ternyata hoaks. Polisi telah mengamankan 3 pemuda dan pemudi yang menyebarkan video tersebut ke medsos hingga viral.

Tiga penyebar video tawuran dua kelompok cewek yaitu Dina Fransiska (19), warga Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Galuh Fernanda (21), warga Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, serta Soni Darmawan (19), warga Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

"Tiga orang kami amankan sementara untuk pendalaman. Karena video tersebut cukup meresahkan warga Mojokerto. Status mereka masih kami periksa sebagai saksi," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat jumpa pers di kantornya, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kamis (29/10/2020).

Video pendek yang memperlihatkan tawuran cabe-cabean tersebut, lanjut Dony, dipastikan hoaks. Karena tawuran tersebut tidak terjadi di wilayah Kecamatan Bangsal.

"Kami telusuri melibatkan para Bhabinkamtibmas dan camat tidak kami temukan lokasi sesuai video yang viral di Kecamatan Bangsal. Kami pastikan video itu tidak terjadi di Kecamatan Bangsal," terangnya.

Ia menjelaskan, video viral berdurasi 1 menit 21 detik diunduh Dina dari story WhatsApp (WA) seseorang pada Sabtu (24/10) sekitar pukul 19.53 WIB. Gadis 19 tahun ini lantas mengunggah video itu ke status WA-nya. Dia mengaku lupa mengunduh video itu dari story WA siapa.

Selanjutnya Galuh meminta video yang sama dari Dina untuk dipasang di story WA. Sedangkan Soni meminta video tersebut dari Galuh melalui WA. Namun oleh Soni, video kekerasan itu dia unggah ke akun Youtube Simak Info miliknya. Dia juga membagikan link youtube tersebut ke Facebook menggunakan akun Dharma Ovicial.

"Saat diunduh pertama kali dari story WA sudah ada tulisan lokasi Bangsal Mojokerto pada video tersebut. Ini masih kami dalami apakah mereka yang menulis atau ada sumber lain yang ingin membuat Kabupaten Mojokerto tidak aman," jelas Dony.

Sampai saat ini, tambah Dony, pihaknya belum menemukan lokasi tawuran dan kapan insiden tersebut terjadi. Tim dari Satreskrim Polres Mojokerto mengamankan tiga penyebar video viral tersebut sebagai upaya hukum untuk mencegah isu tawuran semakin liar.

"Ini pesan bagi masyarakat agar bijak menggunakan medsos. Kami menyiapkan nomor telepon yang bisa dihubungi masyarakat kapan pun apabila menemukan konten viral bisa ditanyakan ke kami. Sehingga bisa kami jawab dan tidak melebar ke mana-mana dan tidak mengganggu kondusivitas Mojokerto," tandasnya.

Sementara Soni mengakui mendapatkan video tersebut dari temannya, Galuh. Dia menggunakan video kekerasan itu untuk konten YouTube tanpa lebih dulu mengecek kebenarannya.

"Video itu saya unggah di YouTube saya untuk menambah subscribe. Saya minta maaf telah menyebarkan video yang belum diketahui kejelasannya," cetusnya.

Galuh dan Dina juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Mojokerto. Ketiga pemuda ini juga membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan mereka.

"Kami menyampaikan permohonan maaf ke warga Mojokerto dan kepolisian atas perbuatan kami mengunggah video tawuran geng perempuan. Video tersebut belum pasti kejadiannya di mana," tandas Galuh.

(fat/fat)