Pameran Bonsai Jadi Alternatif Hiburan Saat Long Weekend di Tengah Pandemi

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 07:18 WIB
Pameran Bonsai di Lamongan
Pameran bonsai di tengah pandemi (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)

Meski peserta pameran adalah lokal Lamongan, namun ternyata minat untuk bonsai cukup besar. Buktinya, peserta pameran bonsai kali sebanyak 345 pohon bonsai dari 12 komunitas penghobi bonsai di Lamongan. Wahyudi mengakui, jumlah kontestan ini lebih banyak meski pesertanya adalah lokal Lamongan.

"Meski lokal Lamongan, tapi peserta tahun ini terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Wahyudi seraya menambahkan pihaknya juga terpaksa menolak banyak peserta dari luar kota seperti Surabaya, Malang, Gresik, Tuban, Bojonegoro dan kota-kota lainnya.

Selain menunjukkan semakin tingginya minat warga Lamongan terhadap bonsai, pameran bonsai tahun ini juga semakin bisa menunjukkan Kota Soto ini memiliki potensi alam yang masih bisa digali melalui bonsai.

Pameran Bonsai di LamonganPameran Bonsai di Lamongan/ Foto: Eko Sudjarwo

"Bonsai yang dipamerkan ini adalah pohon-pohon yang bisa ditemukan di Lamongan seperti pohon Serut, Mustam, Klampis Hitam, Stigi dan pohon-pohon lainnya," ujar Wahyudi.

Sementara dua kelas bonsai dipamerkan dalam pameran bonsai ini yakni kelas prospek (pemula) dan regional. Penilaian bagus tidaknya bonsai, menurut Wahyudi, ditentukan dari beberapa kriteria di antaranya kematangan pohon meliputi besarnya batang, cabang dan ranting harus seimbang.

"Selain itu ada keserasian arah cabang dan ranting dengan batang pohon bonsai. Tak hanya itu, kriteria pendukung lainnya termasuk aksesories yang ada pada pohon bonsai juga menjadi penilaian tersendiri seperti batu, lumut, rumput dan yang paling utama pot harus seimbang dan selaras dengan pohon bonsainya," tutur Wahyudi.

Halaman

(fat/fat)