Dua Hari Trenggalek Diterjang Longsor, 35 Rumah Terdampak

Adhar Muttaqien - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 15:25 WIB
tanah longsor di trenggalek
Tanah longsor di Trenggalek (Foto: Istimewa)
Trenggalek - Kecamatan Munjungan Trenggalek selama dua hari diterjang tanah longsor. Tanah longsor menerjang 35 rumah dan fasilitas umum.

Camat Munjungan Rudianto mengatakan puluhan rumah yang terdampak longsor tersebar di tujuh desa, yakni Desa Munjungan, Masaran, Karangturi, Besuki, Bendoroto, Sobo, dan Desa Tawing.

Masing-masing rumah terdampak memiliki kerusakan bervariasi mulai dari ringan hingga berat.

"Data sementara yang masuk ada 35 rumah, kami masih nunggu laporan dari desa lain. Ada satu rumah di Dusun Kayuputih, Desa Besuki yang roboh, sedangkan yang lain ada yang retak dan jebol," kata Rudianto, Selasa (27/10/2020).

Terkait rumah yang terdampak longsor tersebut, tim gabungan dari berbagai relawan kebencanaan dan masyarakat sekitar saling bergotong-royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah warga.

"Jadi mulai tadi pagi teman-teman TRC dibantu TNI sudah turun langsung ke lokasi kejadian untuk membantu membersihkan material longsor," ujarnya.

Rudianto menambahkan, pemerintah daerah melalui dinas sosial juga telah menyalurkan bantuan sembako dan bahan pangan kepada rumah tangga yang terdampak.

Selain longsor yang menimpa rumah warga, pemerintah juga tengah mengupayakan pembukaan beberapa jalur antar desa dan antar kecamatan yang tertimbun material longsor.

"Ada beberapa titik longsor yang menimpa jalan, kami tadi sudah koordinasi dengan BPBD, untuk meminta bantuan alat berat, karena materialnya lumayan banyak," imbuhnya.

Rudianto berharap penanganan longsor di beberapa ruas jalan di wilayahnya dapat dilakukan dengan cepat, sehingga akses perekonomian warga bisa kembali pulih.

tanah longsor di trenggalekSalah satu rumah yang ambruk akibat banjir dan tanah longsor (Foto: Istimewa)

Sementara itu terkait bencana banjir yang sempat menerjang beberapa desa di kota Kecamatan Munjungan, Rudi memastikan seluruhnya telah surut. Saat ini warga mulai membersihkan material lumpur dan bebatuan yang terbawa banjir.

"Banjirnya kalau di sini cepat surut. Untuk tingkat kerusakannya tidak terlalu parah, tapi ya itu sisa material lumpurnya banyak," jelasnya.

Bencana di Kecamatan Munjungan Trenggalek terjadi selama dua hari berturut-turut. Banjir terbesar terjadi semalam dan menerjang ratusan rumah warga. Kondisi tersebut diakibatkan oleh tingginya curah hujan, sehingga sungai Bungur tidak mampu menampung limpahan air dari lereng pegunungan. (iwd/iwd)