Eri-Armuji Unggul di Survei Internal, Pengamat: Mesin PDIP dan Risma Efektif

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 20:22 WIB
pdip surabaya
Foto: Istimewa
Surabaya -

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto baru saja merilis jika paslon Eri Cahyadi-Armuji unggul 6 persen dari pesaingnya di Pilwali Surabaya 2020. Itu berdasarkan survei internal partai.

Paslon yang diusung PDIP ini unggul karena memiliki tim solid, termasuk mempunyai tokoh berpengaruh seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini serta mesin PDI Perjuangan yang bekerja efektif.

Menurut pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, paslon Eri-Armuji hanya diusung PDIP dan didukung PSI dan partai-partai nonparlemen. Jumlah partai yang tidak sebanyak kompetitor ini membuat tim sangat solid dan kerja keras untuk memenangkan paslon yang diusungnya. Sosok Risma sendiri memiliki ceruk loyalis tersendiri di masyarakat.

"Karena tidak banyaknya partai ini, membuat tim mereka sangat serius. Tidak hanya mesin partai, ada juga tokoh-tokoh semacam Bu Risma dan relawan yang ikut bekerja keras. Apalagi sosok Bu Risma sebelum pandemi pernah ada survei, siapapun orangnya jika didukung Bu Risma akan mendapat dukungan yang tinggi," ujar Surokim, Sabtu (24/10/2020).

Meski mesin partai dan tokoh dominan, lanjut Surokim, yang paling utama adalah pada paslonnya yakni Eri-Armuji. Semakin banyak nilai plus yang melekat pada diri paslon akan semakin mudah menaikkan elektabilitasnya.

"Sekarang tugasnya tim paslon. Siapa yang bisa mengeksplorasi nilai plus-plus paslon ke publik, akan mudah menggaet pemilih. Sebab pemilih perkotaan tidak hanya menimbang soal sosiologis dan psikologis, tapi juga rasional. Dan mesin PDI Perjuangan bekerja keras untuk itu," katanya.

Terkait survei internal PDI Perjuangan, Surokim menyebut, saat inilah waktunya lembaga survei untuk mengekspose hasil surveinya. Sebab setelah ada pengumuman paslon Pilkada Surabaya, belum ada lembaga survei yang mengumumkan hasil surveinya.

"Hasil survei internal PDI Perjuangan yang disampaikan Pak Hasto itu sebagai pemantik lembaga survei lainnya untuk mengumumkan hasil lembaga surveinya. Sebab Pak Hasto hanya menyebut angka 6 persen. Tidak menyebut metode dan jumlah respondennya berapa. Padahal itu sangat penting. Makanya sekarang waktunya lembaga survei mengimbanginya dengan metode survei yang jelas," ungkapnya.

Angka 6 persen tersebut, menurut Surokim masih sangat sangat kompetitif sebab hanya dua paslon atau head to head.

"Unggulnya paslon itu dipengaruhi banyak faktor. Bisa dari mesin partai yang jalan, banyak tokoh yang mempunyai pengaruh ikut mendukung dan adanya plus-plus pada diri paslon. Di pilkada Surabaya ini, untuk paslon Eri-Armuji memiliki tim bagus dan bekerja keras semua," pungkas Surokim.

(iwd/iwd)