Dituduh Menganiaya, Warga Lamongan Ini Tusuk Perut Pemuda Mabuk

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 11:47 WIB
penusukan di lamongan
Polisi rilis kasus penusukan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Berawal dari cekcok dan kata-kata kasar dengan pemuda mabuk, seorang warga Lamongan tersulut emosi hingga berujung menusuk perut korban. Diapun terpaksa harus berurusan dengan polisi.

Warga Lamongan yang kini harus berurusan dengan polisi itu adalah Aksan (38), warga Kelurahan Blimbing, Brondong. Aksan diamankan menusuk Nur (34), warga Brondong. Akibat penusukan ini, Nur harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan kejadian ini bermula ketika Aksan sedang nyangkruk bersama teman-temannya di sebuah warung kopi di Terminal Baru Brondong. Ketika itu, Aksan tiba-tiba didatangi oleh Nur dan menanyakan perihal penganiayaan yang dialami oleh teman Nur.

"Korban ketika itu menuding jika penganiayaan yang dilakukan ke teman-temannya itu dilakukan oleh teman-teman Aksan," kata Harun kepada wartawan di Mapolres Lamongan, Sabtu (24/10/2020).

Ketika itu, lanjut Harun, Aksan sudah mengatakan pada Nur jika tidak ada temannya yang melakukan aksi penganiayaan seperti yang dituduhkan oleh Nur. Usai mendapat penjelasan demikian, Nur kemudian meninggalkan warung kopi tempat Aksan sedang cangkruk tersebut.

"Tidak puas dengan jawaban pelaku, korban datang lagi bersama 4 temannya di bawah pengaruh minuman keras (miras) menemui pelaku untuk menanyakan hal yang sama," ujar Harun.

Sekali lagi, lanjut Harun, pelaku membantah tuduhan yang dilontarkan oleh korban dan teman-teman pelaku juga ikut menjelaskan jika mereka tidak melakukan penganiayaan apapun. Mendapat jawaban serupa, Nur yang tidak percaya lantas mengomel dan sempat mengeluarkan kata-kata kasar. Hal itu membuat Aksan tersulut emosi dan akhirnya melakukan penganiayaan terhadap Nur.

Selanjutnya
Halaman
1 2