Rumah di Kota Kediri yang Viral Tak Layak Huni Segera Dibedah

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 21:39 WIB
rumah mbah sumirah tak layak huni
Rumah Mbah Sumirah yang tak layak huni (Foto: Andhika Dwi Saputra)
Kediri -

Sebuah rumah di Kota Kediri yang kumuh dan memprihatinkan viral di media sosial. Bantuan dan renovasi rumah pun dilakukan oleh Pemkot Kediri.

Rumah di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri itu dihuni oleh Mbah Sumirah (78). Rumah tersebut merupakan peninggalan mendiang suaminya.

Mbah Sumirah mempunyai tiga anak yakni Sri Wilujeng (42), Sri Harnanik (41), dan Sugeng Triyono (38). Sri Harnanik dan Sugeng menderita gangguan jiwa.

Di rumah itu Mbah Sumirah tinggal bersama Sugeng. Sri Harnanik sendiri pergi meninggalkan rumah dan tak diketahui keberadaannya. Sementara Sri Wilujeng meninggalkan rumah dan tidur di gubuk karena berselisih dengan Sugeng.

Jadilah rumah itu tak terurus karena Mbah Sumirah sudah tak punya tenaga untuk membersihkan, sementara Sugeng berada dalam kondisi gangguan jiwa.

Rumah itu sendiri sangat memprihatinkan. Atapnya dari kayu yang sudah lapuk dan rapuh. Ruangan rumah berukuran sekitar 6x7 Meter tersebut terdiri dari 3 ruang kamar tidur, dan 1 ruang keluarga penuh dengan barang berserakan membentuk sampah dan kumuh.

Tidak hanya itu saja, nampak kasur tempat tidur dipenuhi dengan barang berserakan dan telah menjamur. Belum lagi di ruang tengah dipenuhi barang bekas, mulai dari pakaian, helm, lemari baju, dan kursi tak terpakai terbengkalai di ruangan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mendatangi rumah tersebut bersama dengan Dinas Sosial dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Kediri. Abu Bakar mengaku mendatangi rumah Mbah Sumirah setelah mendengar informasi kondisi ekonominya yang terpuruk di media sosial.

"Saya mendapatkan info dari media sosial, lalu tadi malam saya langsung koordinasi dengan Dinsos dan Perkim untuk menindaklanjuti," kata Abu Bakar kepada detikcom, Kamis (22/10/2020).

Abu Bakar mengaku prihatin dengan kondisi rumah warganya yang tak layak huni. Rumah tersebut bersertifikat atas nama suami Mbah Sumirah yang sudah meninggal. Mendiang suaminya adalah pegawai negeri sipil yang meninggalkan uang pensiun kepada Mbah Sumirah. Hanya saja uang tersebut kerap dihabiskan oleh Sugeng sehingga tak mencukupi kehidupannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2