Rumah Sakit Rujukan di Banyuwangi Dapat Bantuan Penanganan COVID-19

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 20:01 WIB
rs rujukan dapat bantuan usaid
RS rujukan dapat bantuan Usaid (Foto: Ardian Fanani)

Kegiatan penyerahan bantuan digelar secara virtual di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Hadir dalam kegiatan seremoni tersebut, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (YANKES) KEMENKES RI, dr. Rita Rogayah, SpP(K), MARS; Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrohman, Sp.S, M.Kes; dan Ketua MPKU PP Muhammadiyah Drs. M. Agus Samsudin, MM, yang hadir secara live virtual dari Jakarta dan Yogyakarta.

"Kami ucapkan terima kasih bantuan dari USAID. Kita mendapatkan bantuan dalam bentuk APD sarana dan prasarana alat bantuan pernafasan. Ini sangat membantu karena kita tahu pasien COVID-19 menginapnya lama, 13 sampai 14 hari. Selain itu bahwa pemerintah mempunyai keterbatasan anggaran bantuan sangat berguna terutama petuags yang ada di ruang COVID-19," pungkas Widowati.

Bantuan fisik senilai kurang lebih Rp 7 Milyar tersebut disalurkan ke tujuh provinsi yang menjadi sasaran program Mentari COVID-19, yakni, DKI Jakarta (2 RS), Jawa Tengah (11 RS), Jawa Timur (11 RS), Yogyakarta (3 RS), Kalimantan Tengah (1 RS), Sumatera Selatan (1 RS), dan Lampung (1 RS).

Adapun bentuk APD yang disalurkan antara lain berupa Baju Hazmat (coverall) sejumlah 3600 buah, Masker N95 2182 box, Masker Bedah (Surgical mask) sebanyak 4500 box, VTM 4500 buah, dan Sepatu Boot 100 buah. Sementara itu, alat-lat kesehatan (ALKES) yang diberikan untuk melengkapi fasilitas pelayanan Kesehatan di 30 RSMA berupa Bedside Monitor, X-Ray portable, Cooler box, dan Swab Booth.

Mission Director USAID, Ryan Washburn mengatakan, pemerintah Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat, mendukung 30 pusat perawatan COVID-19 di jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah untuk memberikan perawatan yang lebih baik.

"Kami bangga membantu Muhammadiyah menyediakan APD yang diproduksi secara lokal untuk membantu tenaga kesehatan garis depan di seluruh Indonesia agar tetap terlindungi saat memberikan perawatan selama krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya dalam kegiatan digelar virtual itu.

Halaman

(iwd/iwd)