Surabaya Berpotensi Hujan Deras, Banjir hingga Puting Beliung Dampak La Nina

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 18:24 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Taufiq Hermawan mengimbau warga waspada dampak La Nina. Salah satu dampaknya yakni puting beliung.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Taufiq Hermawan (tengah)/Foto: Faiq Azmi
Surabaya -

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Taufiq Hermawan mengimbau warga waspada dampak La Nina. Salah satu dampaknya yakni puting beliung.

"Kalau wilayah Surabaya dampaknya puting beliung bisa. Kemudian angin kencang juga bisa, hujan lebat. Jadi perlu diwaspadai kondisi terhadap bencana itu," ujar Taufiq usai rakor kesiapsiagaan di Kantor BPBD Jatim, Rabu (21/10/2020).

Selain puting beliung, warga Surabaya harus waspada akan risiko terjadinya banjir. Apalagi dampak dari La Nina bisa membuat curah hujan naik.

"Kalau dari rilis tadi curah hujan tinggi, naik sekitar 25 persen. Jadi kalau banjir kondisinya tergantung curah hujan juga. Kalau banjir pasti karena curah hujan. Kalau La Nina memungkinkan berpengaruh pada curah hujan. Jadi ya bisa memungkinkan kondisi tersebut terjadi banjir di beberapa wilayah Surabaya," jelasnya.

Tidak hanya Surabaya, lebih luas lagi, Taufiq meminta warga Jatim untuk mewaspadai La Nina. Apalagi, dampak awal dari La Nina sudah mulai terasa yakni musim hujan yang lebih awal.

"Yang membawa perubahan cuaca bisa mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Jadi maksudnya masyarakat Jatim dengan adanya La Nina ini itu tetap waspada. Kewaspadaan tetap ada. Dari sisi kesiapan bencana hidrometeorologi tetap ada. Dari sisi kemaritiman dan dari sisi kegempaan. Jadi semuanya agar lebih dini bisa diantisipasi," terangnya.

"Akibatnya curah hujannya jadi tinggi. Musim hujannya maju. Otomatis itu yang paling utama. Kalau dari rilis tadi naik 25 persen curah hujannya (di Jatim)," lanjutnya.

Ke depan, pihaknya akan terus melakukan rakor internal bersama BPBD Jatim untuk terus memetakan wilayah mana saja yang berpotensi terdampak bencana saat La Nina.

"Jadi dua hari ini kami akan melakukan rapat kordinasi internal memetakan mana sih wilayah Jatim, kabupaten mana. Kemudian mereka berpotensi bencana apa. Sehingga nanti lebih fokus titiknya lebih diketahui. Jadi Kami akan lakukan kajian lagi dua hari ini, nanti kami bawa ke Bu Gubernur Jatim untuk wilayah mana saja dampak bencana hidrometeorologi yang lebih waspada," pungkasnya.

(sun/bdh)