Akademisi hingga Praktisi Serap Inspirasi Pengembangan Pariwisata Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 14:34 WIB
Akedemisi Hingga Praktisi Serap Inspirasi Pengembangan Pariwisata Banyuwangi
Foto: Ardian Fanani

Selain itu, Banyuwangi juga melakukan langkah-langkah strategis dalam memasarkan daerahnya. Ada sejumlah formula yang dilakukan pemkab, yang biasa Bupati Anas menyebutnya dengan Anti Mainstream Marketing.

Sejumlah pendekatan anti-mainstream yang dikerjakan antara lain Setiap Dinas adalah Dinas Pariwisata, Dari Kota Santet Menuju Kota Internet, Semakin Terbawah Semakin Prioritas Teratas, Semakin Misteri Semakin Diminati, hingga Rumah Sakit Bukan Tempat Orang Sakit.

"Banyak orang bertanya lho kok di Banyuwangi setiap dinas adalah dinas pariwisata? Dinas-dinas tetap ada. Namun ini adalah wujud dari tourism centered economy, ekonomi yang bersumbu pada pariwisata. Misalnya Dinas Pertanian membuat Agro Wisata di lahan yang luas. Selain menjadi destinasi wisata, kawasan itu juga menjadi laboratorium pengembangan produk-produk pertanian. Hal semacam ini juga kami dorong untuk dinas yang lain," kata Anas.

Langkah strategis tersebut dirangkum dalam sebuah buku Anti Mainstream Marketing yang telah beredar sejak satu tahun lalu.

Khusus di masa adaptasi baru ini, lanjut Anas, Banyuwangi menyusun skema protokol kesehatan dan menerapkannya secara ketat di sejumlah destinasi wisata. Banyuwangi melakukan sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 untuk seluruh destinasi wisata, hotel, homestay, dan kafe serta restoran hingga warung-warung rakyat.

Semua yang telah lulus uji protokol ketat yang dijalankan dan disupervisi para ahli Dinas Kesehatan diberi sertifikat dan disajikan di aplikasi Banyuwangi Tourism.

"Sertifikasi serupa juga kami lakukan kepada para pemandu wisata. Hal ini untuk menjamin kenyamanan dan keamanan bersama," kata Anas.

Sementara itu, Raktor Unej Iwan Taruna mengatakan, Banyuwangi telah melakukan sejumlah langkah yang tepat dalam pengembangan pariwisatanya khususnya di masa pandemi ini.

"Saya mengikuti perkembangan Banyuwangi melalui berita, pariwisatanya cepat beradaptasi. Salah satunya sejumlah penerbangannya aktif beroperasi di tengah lesunya mobilitas. Ini indikasi yang positif," ujarnya.

Halaman

(fat/fat)