Kepergok Jual Emas Palsu, Polisi Bekuk Warga Banyuwangi

Ghazali Dasuqi - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 19:37 WIB
Pria Asal Banyuwangi Diringkus Polisi Karena Tepergok Jual Emas Imitasi
Penjual emas palsu dibekuk (Foto: Ghazali Dasuqi/detikcom)
Situbondo -

Maunya ingin nambah penghasilan, tidak tahunya berujung di sel tahanan. Demikian nasib yang dialami Sugiyono, warga Ketapang Kalipuro Banyuwangi. Pria 57 tahun itu diringkus usai tepergok menjual emas palsu atau imitasi di wilayah Kecamatan Asembagus.

Bukan hanya sekali, pelaku bahkan sudah dua kali menjalankan aksinya di Asembagus. Sasarannya, dua toko emas berbeda di wilayah second city Situbondo bagian timur itu.

"Dua kali pelaku ini menjalankan aksinya di wilayah hukum kami. Aksi pertama berhasil, yang kedua langsung kita amankan. Sekarang pelaku masih menjalani pemeriksaan," kata Kapolsek Asembagus, Iptu Sulaiman saat dihubungi detikcom, Kamis (15/10/2020).

Dari tangan Sugiyono, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, emas palsu seberat 3,350 gram, uang tunai Rp 500 ribu sisa hasil penjualan, dan satu unit sepeda motor Piaggio warna kuning nopol DK 8765 CR, yang digunakan pelaku untuk melakukan aksinya.

Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, awal pelaku melancarkan aksinya di Toko Emas Sari Intan, Kecamatan Asembagus. Saat itu, dia sukses menjual emas palsu sekitar 3 gram lebih dengan harga Rp 1,3 jutaan. Emas ini baru diketahui palsu setelah dilebur pihak toko.

Pelaku yang tak sadar aksi jahatnya terungkap, bermaksud mengulangi perbuatannya lagi, Rabu (14/10/2020). Kali ini, Sugiyono memilih toko emas yang ada di seberang jalan Toko Emas Sari Intan.

Melihat pelaku seliweran di toko emas seberang jalan, seorang karyawan Toko Emas Sari Intan pun mengontak polisi. Pelaku pun dibekuk saat berada di sekitar toko emas Kecamatan Asembagus.

"Sementara pelaku mengaku baru dua kali beraksi di Asembagus. Sekarang masih terus kami kembangkan. Termasuk adanya kemungkinan pelaku juga beraksi di tempat lain," sambung Sulaiman.

Di depan polisi, Sugiyono bersikukuh mengaku mendapat emas palsu itu dari orang yang punya tanggungan utang kepada dirinya. Karena tidak mampu bayar dengan uang, emas itu disebut sebagai gantinya.

Pelaku menolak disebut sebagai pihak yang memproduksi emas imitasi tersebut. Namun, polisi tampaknya emoh percaya begitu saja dengan keterangan pelaku. Hingga kini, semua pengakuan itu masih terus didalami.

"Pengakuannya begitu, emas palsu itu dari orang yang punya utang. Tapi kami tidak bisa langsung telan mentah-mentah. Semua masih terus kami dalami," pungkasnya.

(fat/fat)