Pelecehan Seksual di Lamongan Diungkap Lewat Medsos, Pelaku Pemilik Distro

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 16:05 WIB
pelecehan seksual
Satrya Nur Rochman, Pemiik distro pelaku pelecehan seksual (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Berawal dari unggahan di media sosial, polisi mengamankan seorang pria pelaku pelecehan seksual. Pelaku memanfaatkan distro miliknya sebagai tempat untuk melakukan aksi bejatnya tersebut.

Pelaku adalah Satrya Nur Rochman (26), warga Kecamatan Sukodadi, Lmaongan. Memanfaatkan dua distronya, pelaku melecehkan pengunjung wanita yang diundangnya untuk datang ke distronya.

"Kasus ini berawal dari unggahan di medsos yang kemudian para korban melapor ke polisi," kata Kapolres Lamongan AKBP Harun kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Lamongan, Rabu (14/10/2020).

Dikatakan Harun, ulah nakal pelaku ini telah sekian lama didiamkan para korbannya. Namun dua di antara para korban akhirnya 'bernyanyi' di media sosial dengan menjadikannya status WhatsApp dan kemudian dicuitkan di twitter. Di antara para korban, ada yang masih di bawah umur.

"Bermula dari nyanyian 2 korban tersebut, para korban lainnya kemudian mengaku jika mereka juga diberlakukan serupa oleh tersangka," ujar Harun.

Harun menambahkan ulah bejat pelaku yang dilakukan kepada para korbannya terjadi pada Januari-September 2020 antara pukul 17.00 WIB hingga 20.00. Korban akhirnya memberanikan diri melaporkan apa yang dialaminya itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lamongan.

"Berawal dari laporan dua korban ini, perilaku tersangka terungkap dan mengembang kepada para korban lainnya," tandas Harun.

Dalam kasus ini, pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Pasal yang akan diterapkan adalah Pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun. Polisi juga akan menjerat dengan Pasal 289 KUHP junto Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

"Karena dilakukan berulang kali, maka kami juncto-kan juga Pasal 65 KUHP karena dilakukan berulang kali," tandas Harun.

(iwd/iwd)