Dokter RSUD Koesma Tuban Meninggal Karena COVID-19

Ainur Rofiq - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 23:21 WIB
Dokter di RSUD Koesma Tuban, dr Devid Erfiyanto meninggal karena terpapar COVID-19. Jenazah dimakamkan dengan protokol COVID-19 di Pemakaman Brondong, Lamongan.
Ucapan dukacita RSUD Koesma Tuban atas meninggalnya dr Devid Erfiyanto/Foto: Istimewa
Tuban -

Dokter di RSUD Koesma Tuban, dr Devid Erfiyanto meninggal karena terpapar COVID-19. Jenazah dimakamkan dengan protokol COVID-19 di Pemakaman Brondong, Lamongan.

"Iya terpapar virus COVID-19, rekan kita dokter Devid," jelas Jubir Gugus Tugas Kabupaten Tuban Endah Nurul K kepada detikcom, Kamis (1/10/2020).

Meninggalnya dr Devid menambah panjang daftar nakes yang gugur di Tuban selama pandemi COVID-19. "Hingga saat ini sudah empat ya tenaga medis kita yang meninggal karena COVID. Selama pandemi ini tenaga medis yang pernah terpapar hingga minggu kemarin update-nya sekitar 34 orang," imbuhnya.

Dr Devid tinggal di Kelurahan Kutorejo, Tuban. Ia juga diketahui melakukan penanganan medis terhadap pasien COVID-19.

Sebelum meninggal, dr Devid juga sempat menjalani perawatan di RSUD dr Koesma. Namun ada faktor lainnya yang menyebabkan dokter tersebut tidak tertolong. Yaitu karena obesitas.

"Ya meninggal karena COVID-19. Yang kontak dengan dr Devid sudah di-swab semua, hasilnya negatif," kata Direktur RSUD dr Koesma Tuban, Saiful Hadi.

Tuban, hingga saat ini masih jadi zona oranye pandemi Corona. Hingga 30 September 2020, tercatat ada 516 kasus positif COVID-19. Yang sudah sembuh 417 orang, yang dirawat 36 pasien dan yang meninggal 63 orang.

Pemerintah Kabupaten Tuban masih memberlakukan jam malam untuk 14 hari ke depan. Segala bentuk kegiatan warga baik pusat pertokoan, warung hingga tempat hiburan hanya boleh buka sampai pukul 10 malam.

(sun/bdh)