Gatot Ceritakan Kronologi Penolakan Acara KAMI Jatim di Surabaya

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:37 WIB
Acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Timur batal digelar di Gedung Juang 45 Surabaya. Acara tersebut mendapat penolakan dari massa Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA).
Gatot Nurmantyo/Foto: Faiq Azmi/detikcom

"Saya datang dari Jakarta naik mobil saya disuruh ke Jabal Nur. Karena semua perwakilan ulama dan habaib seluruh Jatim berkumpul di Jabal Nur, agar berangkat bersama-sama kurang lebih pukul 09.00 WIB. Kurang lebih jam 09.15 diberitahu tidak bisa ke sana (Gedung Juang 45) karena didemo," paparnya.

"Coba minta bantuan aparatur di sana, (ternyata) ndak berhasil. Jadi habis itu, maka mereka anggap ini sudah deklarasi saja. (Saya diminta) tolong memberikan sepatah dua kata. Saya sampaikan, Di tengah, ada aparatur membubarkan. Saya bilang ke semua hadirin ini aparatur melaksanakan tugas. Dia aparat kepolisian, bahwa KAMI adalah organisasi yang mengutamakan moralitas. Jangan marah sama Bapak ini karena dia adalah bawahan yang disuruh atasan untuk melaksanakan," lanjut Gatot.

Gatot kemudian urung ke Gedung Juang 45, tempat di mana acara KAMI Jatim akan dilangsungkan. Acara itu mengambil tema mengantisipasi bangkitnya komunisme gaya baru.

Mantan Panglima TNI ini memilih salat zuhur berjemaah di Masjid Assalam Puri Mas Surabaya, bersama anggota KAMI Jatim. Tidak lama kemudian, dirinya meninggalkan lokasi untuk menuju Bandara Juanda.

Halaman

(sun/bdh)