Menteri PUPR Ajukan Tambahan Ganti Rugi Korban Lumpur Lapindo Rp 1,5 T

Suparno - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 12:59 WIB
kapal keruk di titik 25 yang sdh tidak aktif alirkan lumpur ke kali Porong
Kapal keruk di kolam lumpur Lapindo yang sudah tak aktif (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo -

Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki Hadimuljono mengajukan tambahan anggaran Rp 1,5 triliun kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Tambahan anggaran tersebut dijelaskan Basuki untuk biaya ganti rugi atas dampak yang disebabkan lumpur Lapindo di Sidoarjo.

Menanggapi hal itu warga korban lumpur lapindo mengaku sedikit lega. Korban lumpur berharap hal itu segera direalisasikan.

Salah satunyanya, Joni (60), warga Tanggulangin yang tergabung dalam perusahaan korban lumpur Lapindo (GPKLL) mengaku meresa lega adanya pengajuan tersebut. Dia berharap dana ganti rugi untuk korban lumpur sebesar Rp 1,5 triliun diturunkan.

"Warga korban lumpur Sidoarjo itu berharap ganti rugi segera terbayar. Karena sudah menunggu selama 14 tahun," kata Joni saat dihubungi, Senin (28/9/2020).

Joni menyadari meski melalui proses panjang, namun pengajuan dana tersebut untuk membuuat dirinya sedikit lega. Sudah pasti, jelas dia, harapan korban lumpur Lapindo agar ganti rugi dibayar pasti ada. Karena penantian hampir 15 tahun itu bukan waktu yang pendek.

"Apalagi Presiden Bapak Jokowi pernah janji kepada kami waktu datang di tanggul lumpur tahun lalu," tambah Joni.

Selanjutnya
Halaman
1 2