Sejarah Catat 20 Kali Tsunami Terjadi di Laut Selatan Jawa

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 12:53 WIB
potensi tsunami di lumajang
Pesisir Selatan Jawa di Lumajang (Foto: Nurhadi Wicaksono)
Surabaya -

Tim riset ITB mengungkap potensi tsunami setinggi 20 meter di laut selatan Jawa. Sejarah mencatat ada 20 kali tsunami yang pernah terjadi di sepanjang laut selatan Jawa.

Ahli Geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr Amien Widodo menyebut dalam sejarah ada 20 tsunami yang terjadi di daerah tersebut sejak awal abad ke-20. Tsunami ini dipicu karena adanya gempa bumi.

"Sejarah mencatat, sejak awal abad ke-20, Pantai Selatan Jawa telah dilanda oleh 20 kali kejadian tsunami yang dipicu oleh guncangan gempa bumi," kata Amien kepada detikcom di Surabaya, Senin (28/9/2020).

Lalu, wilayah mana saja yang pernah dilanda tsunami? Amien memaparkan ada tujuh wilayah baik yang terletak di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

"Wilayah yang pernah dilanda tsunami tersebut antara lain Pangandaran pada tahun 1921 dan 2006, Kebumen di tahun 1904, Purworejo pada 1957, Bantul pada tahun 1840, Tulungagung di tahun 1859, Jember pada 1921 dan Banyuwangi di tahun 1818, 1925, dan 1994," papar Amien.

Amien menambahkan secara geologis, posisi Indonesia terletak di kawasan tektonik aktif karena ditekan oleh tiga lempeng aktif. Ketiga lempeng tersebut bergerak dan saling bertumbukan sehingga lempeng Samudera Indo-Australia bergerak ke utara dan menghunjam ke bawah lempeng Benua Euro-Asia. Sedangkan Lempeng Pasifik bergerak ke barat menghujam di bawah lempeng benua Eurasia.

"Tumbukan antarlempeng ini dikenal dengan istilah subduksi dan menghasilkan gempa subduksi dengan kedalaman dangkal sampai dalam," papar Amien.

Gempa subduksi dangkal ini sering disebut sebagai gempa Megathrust dengan magnitudo besar dan bisa diikuti tsunami.

"Pada umumnya tsunami bisa terjadi jika gempanya berkekuatan lebih dari Magnitudo 6,5, pusat gempa berada di laut pada kedalaman kurang dari 70 km, dan terjadi deformasi vertikal," imbuhnya.

Hal ini mengakibatkan kawasan-kawasan yang terletak di dekat zona tumbukan atau subduksi akan berpotensi terkena tsunami. Amien menyebut di Indonesia, ada sejumlah daerah yang berpotensi terkena tsunami.

"Kawasan tersebut meliputi Pantai Barat Sumatra, Pantai Selatan Jawa, Pantai Selatan Bali dan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, Maluku Utara, Pantai Utara dan Timur Sulawesi serta Pantai Utara Papua. Proses tumbukan lempeng ini sudah berlangsung sebelum manusia diturunkan ke bumi, ini berarti gempa dan tsunami sudah terjadi berulang ulang," pungkas Amin.

(hil/iwd)