Lubang Sumuran Ditemukan di Bangunan Utama Situs Candi Patakan

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 14:26 WIB
situs candi patakan
Lubang sumuran yang ditemukan di situs Candi Patakan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Temuan mengejutkan terjadi saat ekskavasi tahap 4 Situs Candi Patakan. Sebuah lubang ditemukan di bangunan utama situs yang berada di Desa Patakan, Kecamatan Sambeng.

Arkeolog BPCB Trowulan Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan lubang yang ditemukan di bangunan utama tersebut berukuran lebih kurang 50 cm dengan kedalaman sekitar 130 cm. Lubang persegi ini ditemukan di sisi belakang sebelah selatan bangunan utama.

"Lubang persegi ini berukuran sekitar 50 cm dengan kedalaman sekitar 130 cm," kata Wicaksono pada wartawan, Sabtu (26/9/2020).

Dikatakan Wicaksono, pihaknya belum mengetahui apa fungsi lubang sumuran yang berada di bangunan utama berukuran 71x72 meter tersebut. Pihaknya juga belum mengetahui lubang sumuran tersebut akan tembus hingga ke dalam situs atau kemana.

"Kita masih meneliti fungsi dan kedalaman lubang sumuran ini," ujarnya.

Ekskavasi tahap empat hingga hari ini pihaknya sudah berhasil membuka bagian atas situs. Saat ini, lanjut Wicaksono, pihaknya masih membersihkan bagian atas untuk lebih memperjelas tampilan situs. Bangunan di sebelah bangunan utama, menurut Wicaksono, sudah berhasil dibuka secara perlahan dan menampakkan bangunan serupa stupa.

"Di bagian atas ini ada 2 bilik dan diantara bilik ada altar," terangnya.

Seperti diketahui, Candi Patakan yang berada di Dusun Montor, Desa Patakan, Kecamatan Sambeng ditemukan pada tahun 2013 silam dan tahun ini masuk proses ekskavasi tahap 4. Temuan awal, bangunan yang diperkirakan dari masa Airlangga tersebut merupakan bangunan rumah ibadah dengan stupa. Situs Patakan merupakan kompleks bangunan dengan luas 5.112 meter yang dibatasi oleh dinding keliling yang membentuk denah persegi empat dengan ukuran 72 x 71 meter.

Baik gapura dan dinding keliling disusun dari perpaduan antara batu putih dan bata. Di halaman dalam kompleks terdapat dua buah bangunan. Bangunan pertama atau utama berdenah persegi empat dengan ukuran 18,88 m dan lebar 12,30 m, memanjang utara-selatan.

Situs Pataan kemungkinan besar berasal dari abad 10 - 11 Masehi, dan berlangsung hingga masa Majapahit. Hal ini juga dibuktikan dengan ditemukannya fragmen porcelain dari Dinasti Song pada abad 10-13 masehi. Selain itu, dari ekskavasi di lokasi ini, ada temuan mata uang China dari Dinasti Song dan Dinasti Ming abad 14-17 Masehi.

Tonton video 'Mitos Dusun Cariu Ciamis: Gelar Wayang Kena Malapetaka':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)