Pemuda di Ngawi Tewas Gantung Diri Usai Diancam Akan Diputus Pacar

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 18:36 WIB
VA (18) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Aksi bunuh diri itu diduga karena ia kecewa pada sang pacar yang mengancam akan menyudahi hubungan mereka.
Lokasi VA (18) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri/Foto: Istimewa
Ngawi -

VA (18) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Aksi bunuh diri itu diduga karena ia kecewa pada sang pacar yang mengancam akan menyudahi hubungan mereka.

VA merupakan warga Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Ia ditemukan tewas tergantung di belakang pintu kamarnya.

"Betul korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pintu kamarnya," ujar Kapolsek Sine, Iptu Farid Suharta saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (25/9/2020).

Hasil penyelidikan polisi, VA diduga nekat bunuh diri karena motif asmara. Sebelum bunuh diri, lanjut Farid, VA sempat video call dengan kekasihnya.

Tonton juga 'Mahasiswi di Makassar Tewas Gantung Diri di Indekos':

[Gambas:Video 20detik]

"Dugaan kuat bahwa korban nekat bunuh diri karena cinta mati dengan kekasihnya. Dengan persoalan asmara diduga ada permasalahan antara korban dengan pacarnya. Karena sempat video call," imbuh Farid.

Farid menjelaskan, dari hasil identifikasi dan olah TKP serta keterangan beberapa saksi, saat video call itu kekasihnya sempat meminta sesuatu pada VA. "Infonya korban belum sanggup untuk membelikan sesuatu. Kekasihnya mengancam akan memutuskan hubungan jika tak dibelikan. Akhirnya korban nekat gantung diri," paparnya.

Menurut Farid, karena sang kekasih merasa khawatir, ia langsung menghubungi ibu korban untuk melihat kondisi VA. "Mendapatkan laporan itu, ibu korban langsung mengecek ke dalam kamar korban dan didapati oleh ibunya bahwa korban sudah menggantung dengan posisi berdiri, dengan tali kain sprei di belakang pintu kamar," jelasnya.

"Keluarga korban menerima atas kejadian tersebut sebagai musibah, dan membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi," pungkasnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(sun/bdh)