Nol Kematian, RS Darurat Beri Harapan Kesembuhan Pasien COVID-19 Jatim

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 14:28 WIB
rs darurat
Tenaga kesehatan RS Darurat (Foto: Faiq Azmi)

Sejak beroperasi pada 26 Mei 2020 dan diresmikan pada 2 Juni 2020 atau sudah empat bulan beroperasi, RS Darurat telah merawat 2.207 pasien. Hasilnya, 2.070 pasien telah sembuh. Dan saat ini ada 137 pasien yang dirawat.

Gubernur Khofifah mengatakan hingga saat ini, belum ada kasus kematian di RS Lapangan Indrapura. Menurut Khofifah, kiat utama dari keberhasilan adalah karantina terpusat yang dilakukan oleh RS Lapangan Indrapura. Hal ini menjadi cara yang paling efektif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Jawa Timur.

"Alhamdulillah, RS Lapangan Indrapura telah menyembuhkan 2.070 pasien dengan nol kematian. Ini merupakan salah satu prestasi yang luar biasa. Oleh karena itu kami semua menyampaikan terimakasih kepada para tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat, para relawan serta semua pihak yang telah bekerja secara profesional, tidak kenal lelah, khususnya Pangkogabwilhan II yang mengomandani RSDL ini," ujar Khofifah saat dijumpai di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Jumat, (25/9/2020).

Selain metode isolasi atau karantina terpusat, Khofifah mengungkapkan bahwa metode perawatan yang tepat menjadi aspek pendukung akan tingginya angka kesembuhan di RS Lapangan Indrapura. Setiap pasien di-support penuh dengan makanan yang bergizi tinggi, rutin berjemur, senam dan beraktivitas bersama, bahkan hingga bisa ngopi bersama. Hal ini, tak lain juga sebagai upaya untuk meningkatkan rasa nyaman dan bahagia guna meningkatkan imunitas dan mempercepat kesembuhan pasien.

"Selain itu, untuk mencegah happy hypoxia, monitoring oksigen juga dilakukan secara ketat 3-4 kali sehari. Jadi diharapkan bisa mencegah terjadinya perburukan akibat COVID-19. Alhamdullah saat ini kematiannya nol persen," imbuh Gubernur perempuan pertama Jatim ini.

RS Lapangan Indrapura juga menjadi fokus tim Satgas COVID-19 Jatim untuk mengurangi okupansi pasien di rumah sakit rujukan yang ada di Jatim. Juga untuk menurunkan angka kematian di Jatim.

rs daruratRS Darurat Jatim di Jalan Indrapura (Foto: Faiq Azmi)

Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan pihaknya sedang memisahkan pasien positif COVID-19 gejala ringan dan sedang dengan pasien bergejala berat.

"Ini salah satu cara kita, agar rumah sakit rujukan bisa fokus merawat pasien dengan gejala berat dan tidak sampai terjadi kematian. Dan untuk pasien yang ringan dan sedang dirawat dan difokuskan di RS Lapangan Indrapura. Di RS ini, pasien ringan dan sedang akan mendapatkan treatment yang baik untuk sembuh," kata Joni.

Dengan pemisahan pasien tersebut, Joni berharap angka kematian di Jatim turun dan kesembuhan juga meningkat. Dan hal lain yang tak juga kalah penting adalah tidak ada lagi kasus rumah sakit penuh dan menolak pasien dengan gejala berat.

"Adanya RS Lapangan Indrapura ini membuat tugas RS rujukan bisa fokus ke penanganan pasien gejala berat. Ini memberi harapan untuk meningkatkan angka kesembuhan. Di RS Lapangan masih banyak bed yang kosong. Kita arahkan sana semua pasien ringan dan sedang. Tapi harapan kita bednya di RS Lapangan Indrapura tetap kosong alias kasus COVID-19 di Jatim terus turun," ungkap Joni.

RS Lapangan Indrapura tentu memberi asa dan harapan bagi pasien yang terpapar COVID-19. Bukan soal pasien yang dirawat adalah pasien gejala ringan atau sedang. Namun karena pelayanan dan treatment luar biasa dari tim medis kepada pasien yang membuat pasien yang dirawat tidak tertekan. Karena bagaimana pun, pasien COVID-19 masih memiliki beban stigma di masyarakat yang masih negatif.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4